• Selamat Datang
 
  • :  
  • Kriminal
  •   :  
  • Warta Kriminal
  •   :  
Rabu, 10 Maret 2010
Kampung Halaman Terima Dulmatin

Pemalang, Warta Kota

Masyarakat di Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dipastikan tidak akan menolak jenazah Joko Pitono alias Dulmatin, apabila jenazah tersangka teroris tersebut akan dikubur di kampung halamannya.

Warga setempat yang juga teman masa kecil Dulmatin, Farid, mengatakan, apabila nantinya jenazah Dulmatin akan dimakamkan di Petarukan, maka warga setempat tidak akan menolaknya. Dia memastikan hal tersebut, karena selama ini keluarga Dulmatin dianggap sebagai keluarga terpandang yang baik hati.

"Warga tidak mempermasalahkan kalau dia (Dulmatin) dimakamkan di sini. Kami tidak memiliki masalah dengan dia, bahkan dulunya dia adalah teman yang baik, walaupun hidupnya berpindah-pindah," ujar Farid saat dihubungi melalui telepon seluler (ponsel), Rabu (10/3).

Menurutnya, semasa kecil Dulmatin selalu berpindah-pindah, meski masih satu kabupaten. Misalnya saja Dulmatin pernah tinggal di Desa Loning, lalu ke Petarukan, dan tinggal di Kota Pemalang. Tetapi Dulmatin tetap mengenal baik para teman-temannya.

Di Kabupaten Pemalang, Dulmatin memiliki keluarga besar yang sangat terkenal. Berasal dari keluarga keturunan campuran Arab-Jawa, keluarga besar almarhun Sofi (kakek Dulmatin) adalah keluarga kaya dan terpandang.

"Kalau (teroris) yang di Kudus menolak dimakamkan di sana mungkin karena keluarganya tidak banyak dikenal. Tetapi kalau keluarga Dulmatin sangat terbuka terhadap masyarakat sekitarnya. Bahkan dia memiliki keluarga besar di sini," katanya.

Sementara hingga Rabu malam, di Dusun Kauman, Desa Petarukan, rumah orangtua Dulmatin terus dikunjungi oleh para kerabat dan tetangga yang ingin mengetahui kabar terakhir "si anak hilang". Silih berganti kerabat dan tetangga mengunjungi rumah Ny Masriyati, ibu dari Dulmatin.

Rumah berupa ruko tersebut selama ini didiami oleh Masriyati dan ayah tiri Dulmatin, Jazuli Arwan. Karena banyaknya wartawan yang datang ke tempat itu, dan Azzam, kakak Dulmatin, saat
ini berada di Jakarta, maka adik Azzam yang bernama Ulung datang menemani Ny Masriyati. Ulung selama ini tinggal bersama keluarganya di Desa Temuireng, 5 km dari Desa Petarukan.

Seorang sumber mengatakan, kemungkinan besar Dulmatin akan dimakamkan di Desa Loning. Di desa itu Dulmatin dilahirkan dan melewati masa kecilnya selama beberapa tahun. (Persda/ewa)

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]