

Makasar, Warta Kota
Dua anak yang sedianya akan membacakan deklarasi suara anak Indonesia pada peringatan Hari Anak Indonesia di hadapan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di Sasono Langgam Budaya TMII, Jumat (23/7) sedih dan kecewa.
Pasalnya program pembacaan deklarasi anak hasil Kongres Anak IX di Bangka Belitung itu mesti dibatalkan pihak protokoler kenegaraan dengan alasan memadatkan waktu.
Ditemui usai acara, Arief Rohman (16) dan Maesya Ranggawzti (15) mengaku sangat sedih dan kecewa dengan pembatalan itu. "Kami sedih dan kecewa karena tidak bisa menyuarakan suara anak Indonesia hasil konggres kemarin," katanya.
Arief dan Maesya didatangkan khusus dari Bangka Belitung, di mana mereka berkongres di sana bersama ratusan anak dari seluruh Indonesia sejak 3 hari lalu. "Kami datang ke sini mewakili mereka dan seluruh anak Indonesia untuk menyampaikan hak dan suara anak Indonesia ke Pak Presiden ini," kata Arief yang diiyakan Maesya.
Dalam Kongres Anak 2010 di Babel itu mereka menghasilkan sebuah kesepakatan dalam pernyataan Suara Anak Indonesia. Ada 8 poin dalam pernyataan Suara Anak Indonesia hasil kongres itu.
Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto, juga mengaku sedih dan kecewa karena tradisi dari tahun ke tahun dalam acara Peringatan Hari Anak Indonesia pasti ada pembacaan deklarasi suara anak Indonesia.
"Kami sedih dan kecewa ini masih terjadi. Ini mesti dipertanyakan kepada pihak panitia dan protokoler," katanya kepada Warta Kota usai acara peringatan Hari Anak di TMII. (Budi SL Malau)

