

Tanjungpriok, Warta Kota
Anak-anak muda Indonesia, terutama yang berminat menjadi pebalap motor di masa depan, boleh bergembira. PT Astra Honda Motor (AHM) tengah mengembangkan Honda Racing School (HRS) untuk menyiapkan pebalap masa depan Honda dari Indonesia, untuk berprestasi di tingkat nasional maupun international.
General Manager of Marketing Planning and Analysis Division PT AHM, A Indraputra, mengatakan, AHM kembali menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap pengembangan olah raga balap motor di Indonesia.
Selain memberikan dukungan terhadap beberapa tim balap pada ajang balap nasional, dan menggelar kegiatan OMR secara rutin, produsen dan distributor motor Honda ini mulai menggelar program HRS untuk melatih calon pembalap muda di Tanah Air.
Selanjutnya dijelaskan bahwa program HRS disiapkan oleh Dapertemen Motor Sport AHM untuk melakukan pembinaan dan mengadakan tahapan pelatihan balap yang terstruktur sejak usia dini.
"Pelatihan di RHS ini akan melibatkan secara langsung Noboru Ueda, mantan pembalap GP125 yang kini menjadi mentor andal sekaligus instruktur Suzuka Racing School-Jepang," ," katanya dalam keterangan yang dikeluarkan di Jakarta dan diterima Warta Kota, pada Rabu (28/7).
Honda sendiri memiliki sekolah balap yang tersebar di berbagai penjuru dunia, seperti Spanyol dan Jepang. HRS di Indonesia ini sudah terkoneksi dengan Suzuka Racing School yang akan menjadi tempat pembinaan balap berikutnya.
"Saat ini HRS di Indonesia baru merupakan sebuah kegiatan yang levelnya masih jauh di bawah HRS yang ada di Jepang. Tapi kami ingin mengarah ke sana dalam jangka panjang dan HRS Indonesia bukan sekedar tempat penyalur hobi tapi akan menjadi kawah candradimuka bagi pebalap Honda di masa depan, ” ujarnya.
Pada tahap awal, AHM sudah menyeleksi 16 anak muda berbakat berusia di bawah 15 tahun dari berbagai kota di Indonesia untuk ikut pelatihan di HRS ini. Noboru Ueda akan memberikan dasar-dasar filosofis untuk menjadi pembalap profesional.
"Para peserta HRS ini juga akan menjalani materi pelajaran di kelas dan praktik berupa lap time practice, yang akan dianalisis dalam riding review. Mereka akan kembali lap time practice lagi sebelum akhirnya hasil pengetahuan dan eveluasinya akan dipraktekan dalam mini race," kata A Indraputra. (Willy Pramudya)

