

Cikini, Warta Kota
Saat berbuka puasa disarankan mengonsumsi makanan yang segar dan manis untuk mengganti cairan dan gula darah yang hilang. Mungkin es cincau bisa menjadi salah satu alternatif. Minuman tradisional ini cukup populer, meski banyak bermunculan jenis minuman yang lebih 'trendi'.
Di PD Pasar Cikini, Jakarta Pusat, ada es cincau yang sudah cukup lama dan ngetop. Es cincau yang satu ini menggunakan kuah air jahe ditambah dengan santan.
Tekstur cincau hijau yang dingin-dingin kenyal saat meluncur melewati tenggorokan dipadu dengan air jahenya membuat para penggemar jadi ketagihan dan kangen untuk membeli lagi.
Es cincau ini memang berbeda dengan es cincau kebanyakan yang biasanya menggunakan sirup merah sebagai pemanisnya. Tulus (51) si penjual es cincau jahe, telah merintis usahanya sejak 1975.
Waktu itu segelas es cincau dijual hanya seharga Rp 50. Sekarang, setelah lebih dari 30 tahun, harganya menjadi Rp 3.000 per gelas.
Pria asal Sragen ini menuturkan, awalnya dia juga menjual es cincau dengan memakai pemanis sirup merah, seperti es cincau kebanyakan.
Lalu pada suatu hari salah seorang pelanggannya minta untuk dibuatkan dengan sirup yang dicampur jahe. Tak disangka, sejak itu para pelanggannya ternyata lebih menyukai es cincau dengan sirup jahe.
Bagi yang tidak suka santan, es cincau jahe ini tetap enak disantap. Untuk yang suka rasa yang gurih, enaknya memang ditambah dengan santan.
Tapi kalau ingin yang lebih terasa jahenya, tidak perlu memakai santan. Aroma wangi dari kuah sangat kuat, karena Tulus menambahkan daun pandan, daun jeruk dan vanili pada saat merebus kuahnya.
Pada bulan Ramadan, menurut Tulus, permintaan pesanan untuk es cincau jahe ini meningkat tajam. Tidak jarang pula dipanggil untuk borongan di acara pesta atau resepsi pernikahan.
"Apalagi di bulan Ramadan ini orang sering mengadakan buka puasa bersama atau nanti saat halal bihalal," ujar bapak tiga anak ini.
Cincau Bogor
Bahan yang dipakai untuk membuat minuman ini berupa daun cincau yang didatangkan dari Bogor. Daun cincau yang dipilih yang tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Warnanya hijau cerah dan segar.
Prosesnya, setelah daun dicuci hingga bersih, lalu diremas-remas dengan air matang sampai keluar lendirnya dan kental. Airnya kemudian disaring dan dituang ke dalam dandang, dibiarkan semalaman. Keesokan harinya, cincau akan jadi padat dan membentuk gel yang kenyal.
"Biar hasilnya bagus harus pakai daun cincau yang berbulu. Daun cincau ini saya dapatkan dari Bogor. Biasanya dikirim 1 kuintal daun untuk tiga hari," ujarnya.
Menurut Tulus, pada hari biasa, dirinya membuat cincau sebanyak dua dandang, kurang lebih untuk 30 bungkus. Sedangkan pada bulan Ramadan bisa mencapai lima dandang.
Sebelum terjun menjadi penjual cincau, Tulus sempat berjualan bakso. Kemudian dirinya belajar untuk membuat cincau dari teman-temannya. Dan pada akhirnya dirinya pun memilih berdagang cincau.
Es cincaunya juga menjadi langganan tetap salah satu restoran ternama di daerah Senayan. Tulus menjamin bahwa es cincau buatannya sangat aman, karena dibuat dengan air matang dan menggunakan sirup asli tanpa penambah gula biang maupun pengawet. (Dian Anditya Mutiara)
Es Cincau Jahe
Areal Parkir PD Pasar Cikini
(depan mushola)
Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat
Buka: Setiap hari jam 09.00-16.00
Telepon: 08158363350

