• Selamat Datang
 
  • :  
  • Jalan-Jalan
  •   :  
  • Kuliner News
  •   :  
Kamis, 2 September 2010
Hiii..., Sahur di Nasi Uduk Kuntilanak
Foto: Celestinus Trias HP. Grafis: Yudha  
Dibaca : 1769 kali     Komentar: 1

Manggarai, Warta Kota

Mencari makan sahur yang sedap dan mantap plus murah memang perlu kejelian. Di Jakarta banyak warung-warung yang sengaja buka sampai pagi untuk bisa memenuhi kebutuhan sahur warga setempat.

Salah satunya yang bisa dicoba adalah nasi uduk di bilangan Mentengpulo, Jakarta Selatan. Orang menyebutnya sebagai Nasi Uduk Kuntilanak. Mengapa disebut demikian?

Rupanya warung nasi uduk tersebut baru buka menjelang tengah malam dan lokasinya hanya 100 meter dari TPU Mentengpulo. Julukan itu pun muncul begitu saja dari para pelanggannya.

Ketika Warta Kota datang ke sana belum lama ini, waktu menunjukkan pukul 01.00. Nasi uduknya masih mengepul panas. Di lemari kaca telah terhidang kurang lebih 22 macam jenis lauk yang menggugah selera. Belum lagi potongannya yang rada jumbo dari ukuran kebanyakan.

Nasi uduk yang warnanya agak kusam, panas mengepul di dalam baskom plastik, menebarkan wangi santan. Jajaran lauk yang bisa dipilih antara lain ayam goreng serundeng, empal, tahu goreng, tempe goreng, tahu dan tempe bacem, mi goreng, rendang daging, semur kentang, semur tahu telur mata sapi, telur mata sapi yang ditumis dengan kecap dan cabai, satai usus, hati dan ampela ayam, balado kikil dan masih banyak lagi. Semuanya ditata dalam baskom dan piring besar.

"Biasanya mah ada juga jengkol dan tongkol. Tapi sekarang lagi sulit cari bahannya. Jengkol juga lagi mahal, mungkin buat persiapan Lebaran," ujar Udin, pemilik warung nasi uduk tersebut, yang merupakan menantu pertama di keluarga tersebut.

Kalau dilihat dari jenis lauknya, racikan nasi uduk ini bukan gaya asli Betawi tetapi lebih gaya warteg saja. Namun, konsistensi menyajikan lauk yang segar dan beragam dengan harga terjangkau, merupakan andalannya.

Berhubung bulan Puasa, malam itu banyak orang yang menikmati sahur di warung yang cukup sederhana itu. Pelanggannya bukan saja dari warga setempat, tetapi juga dari tempat yang jauh.

Kebanyakan dari mereka berkendara mobil ataupun motor. Semakin mendekati waktu sahur, tempat tersebut semakin ramai didatangi orang.

Nasi uduk Linda

Dalam semalam, dari pukul 23.30 hingga pukul 05.00, nasi uduk di sini menghabiskan beras sekitar 20 liter. Udin menuturkan, memang dibandingkan dahulu, saat ini kondisinya tidaklah terlalu ramai. Kemungkinan karena banyak warung makan lain yang buka juga pada malam hari.

Udin adalah suami Linda, anak bungsu dari pasangan Kusnadi asal Semarang dan Titin dari Cirebon yang merupakan pendiri usaha nasi uduk itu sejak 1971. Waktu itu, jam buka nasi uduk ini mulai 20.00 sampai selesai.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, ketika warung tersebut diserahkan pada anak pertamanya, Endang, maka jam buka nasi uduk itu diubah menjadi tengah malam.

"Setelah bapak-ibu menyerahkan ke kami, kami tetap buka mulai jam 20.00. Tapi karena ramainya mulai tengah malam, jadi kami pikir kenapa tidak mulai tengah malam saja bukanya," kata Udin.

Pasangan Kusnadi-Titin memiliki lima anak, dari kelima anaknya itu hanya dua, Endang yang tertua dan si bungsu Linda, yang secara intens mengelola nasi uduk ini. Banyak juga yang menyebut Nasi Uduk Kuntilanak ini Nasi Uduk Linda.

Menurut Linda, awalnya, saat itu sang ayah yang hanya sebagai pegawai negeri sipil gajinya tidaklah mencukupi. Maka ibunya pun memilih untuk membantu keuangan keluarga dengan berjualan nasi uduk. Dipilihnya malam hari karena saat itulah ada waktu luang.

"Kalau pagi ibu mengurus kami yang masih kecil-kecil sehingga hanya malam hari sempat untuk membuka warungnya," tutur Linda.

Ternyata buat menikmati makan sahur yang nikmat plus suasana bersih dan full music ini tidak perlu biaya besar.

Seporsi nasi uduk, ayam goreng, tempe bacam dihargai Rp 11.000. Sedangkan nasi uduk dengan empal, sate usus, dan tempe goreng dibanderol Rp 14.000. Nah, kalau ingin makan sahur dengan suasana beda, mampir saja ke warung nasi uduk ini. (Dian Anditya Mutiara)

Nasi Uduk "Kuntilanak"
Pasar Menteng Pulo
Jalan Jembatan Merah
Manggarai, Jakarta Selatan
Buka: pukul 23.30-05.00
Libur: Malam Senin

Share :                
A   A   A
Komentar Anda
Kamis, 1 Januari 1970
ichaa
enakk ebt nii nasi uduknya
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]