• Selamat Datang
 
  • :  
  • Bisnis
  •   :  
  • Profil Usaha
  •   :  
  • Jawa Barat
  •   :  
  • Cimahi     
Selasa, 27 September 2011
Obsesi SAE Collections Cimahi (3)
Siap Hidupkan Cibaduyut untuk Hadapi Serbuan China
istimewa  
Dibaca : 347 kali     Komentar: 0

Setelah kembali ke semangat untuk lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas, SAE berupaya mengambil posisi pasar yang tepat. Sejak itu produk SAE pun menjadi incaran anak-anak muda di Bandung dan sejumlah kota lain yang bergelut di bidang usaha penjualan sepatu fesyen.

Bagi mereka menjual sepatu produk SAE sangat menguntungkan katrena selain modelnya selalu baru, dari segi keuntungan pun boleh di dikatakan menggiurkan. “Gimana nggak menggiurkan? Dari kami sepatu yang model dan kualitasnya sama dengan brand-brand besar mereka bisa mengambil keuntungan 300 – 400 persen dan bisa menciptakan brand sendiri,” tutur Soleh seraya memberikan contoh bahwa di kota-kota seperti Bandung, Jakarta dan Denpasar mulai banyak orang muda yang berusaha dengan modal terbatas telah mampu mengembangkan usahanya dengan baik karena SAE.

"Di Bali sepatu drngan harga beli dari SAE sebesar Rp 127.000 djual dengan harga Rp 970.000. Semeentara sepatu dengan harga beli Rp 850.000 dijual dengan harga Rp 2 juta. Demikian juga di beberapa kota di Jawa Barat dan beberapa tempoat di Jakarta," tutur Soleh.  "Bahkan di anbtara mereka ada yang modal awalnya hanya cukup untuk membeli sepasang atau dua pasang."

Ternyata tak hanya anak-anak muda dengan modal terbatas yang mengandalkan SAE. Sejumlah brand besar di Jakarta dan sejumlah negara pun berdatangan ke Cimahi untuk memesan produk SAE lalu diberi brand mereka. Namun Soleh menolak untuk memberitahukan brand-brand besar yang menjual prioduk SAE dengan mereka mereka.

“Nggak etis rasanya kalau saya sebutkan. Yang jelas kalau orang membeli sepatu merek terkenal di pusat perbelanjaan, sebagian dari mereka mereka adalah buatan SAE,” kata Soleh bangga.

Langkah SAE tersebut secara perlahan mendorong SAE untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat luas membuka usaha yang menguntungkan di bidang penjualan alas kaki, tas, ikat pinggan   dan kerajinan kulit asli yang berkualitas. Bahkan Soleh tak segan-segan mengajak kalangan pengarajin sepatu untuk meniru jejaknya. Dengan menunjukkan contoh sejumlah anak muda yang berhasil meraih keuntungan bersih minimal Rp 9 juta per bulan dia mendorong berbagai kalangan untuk membuak usaha di bidang penjualan sepati fesyesn buatan SAE.

Ternyata Soleh dan keluarganya punya alasan tersendiri di balik semangat mereka mengajak masyarakat membuka usaha di bidang penjualan sepatu dan kerajinan kulit buatan SAE. Menurut Soleh saat ini pasar Indonesia dibanjiri produk serupa namun berkualitas rendah dari negara lain, terutama China.  Sementara masyarakat tidak memiliki informasi dan apresiasi yang cukup tentang produk dalam negeri yang berkualitas.“Terus terang kami terobsesi untuk melawan banjirnya produk-produk asing di pasar, terutama produk China yang kualitasnya sangat rendah. Kami menawarkan jaminan kualitas,” tuturnya memberikan garansi.

Selain itu ada satu obesesi lagi di balik semangatnya yang besar agar masyarakat mengenal dan mencintai atau mencintai produk dalam negeri yang berkualitas.  Soleh dan keluarganya ingin membangkitkan kembali nama Cibaduyut sebagai sentra sepatu Indonesia yang telah mendunia namun beberapa tahun terakhir jatuh menyusul banjirnya produk asing yang berkualitas rendah. \

Saat ini Soleh Yusuf memang sedang terlibat aktif di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Cibaduyut untuk kegiatan pendampingan UKM yang bergerak dalam pembuatan alas kaki. Untuk membangkitkan kembali para pengrajin sepatu di Jawa Barat,  Soleh memberikanm contoh melalui caranya mengelola SAE. Sebagai contoh SAE tidak akan menerima pesanan dengan uang muka yang persentasenya  kecil. “Karena  kami memberikan jaminan kualitas dan bisa melayani pesanan muali dari nomor sampai model yang diinginkan pemesan maka kami berani memnentukan DP yang harus dibayar pemesan,” katanya.

Selain itu SAE yang kini memiliki tujuh karyawan tetap dengan keterampilan tingggi dan lebihd ari 20 pengrajin yang berinduk ke SAE juga memberlakukan sistem kerja yang profesional. Pata pengrajin sepatu yang bekerja secara tetap pada SAE bisa mengantongi penghasilan bersih minimal Rp 1,5 juta per bulan. Sebab SAE telah menanggung konsumsi dan kebutuhan lain karyawan.
 
"Saat ini SAE Collection terus menciba berusaha melakukan pengembangan karena sebenarnya pasar pasar yang cukup besar dan permintaan yang terus meningkat," katanya.

Ketika mengakhir pembicaraan dengan Warta Kota, Soleh Yusuf beprpesan agar pemerintah lebih peduli lagi terhadap pengrajin Indonesia. Dia yakin kalau keluarganya dengan modal kecil saja mampu melakukan hal yang menarik banyak pihak terlibat daam usaha ini, dia yakin kalau pemeriintah turun mendamoingi pengrajin alas kaki, maka sentra sepatu seperti Cibaduyut askan kemba;i bedernyut. (wip)

Jl. Super Puma IV No. 2, Melong Green Garden, Cimahi Selatan - Bandung
Telp. 022-6000797
Fax. 022-6000797
Email sae_collection@yahoo.com
Website www.sae-collection.hostzi.com
Contact person : Telpon/Fax 022 6000 797
HP 085723650179 Rizan
> 08562146282
> (022)91324667 Angga Surya N
> (022)92282423 Arif
> 0818 0912 1687

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]