

SETELAH tamat pendidikan diploma, Ndaru dan Bedul kembali melanjutkan kuliah untuk meraih gelar sarjana (S1). Ndaru yang senang politik, memilih Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), sedangkan Bedul memilih jurusan hukum.
Ketika mereka istirahat siang di sebuah kantin, Ndaru dan Bedul mencoba menganalisa kebiasaan dosen mereka.
"Dul, aku heran sama dosenku yang satu ini. Kalau ngajar, dia tidak pernah mau berdiri," ujar Ndaru.
"Mungkin dia kena ambeien atau bisulan," jawab Bedul sekenanya.
Ndaru menimpali, "Bukan itu Dul. Dia itu sehat. Karena penasaran, saya cari tahu kenapa?"
"Ternyata, dosen itu ternyata juga pejabat di instansi basah. Sehingga, kebiasaan di kantor ia bawa juga ketika mengajar. Dia itu takut kursinya diduduki orang lain," tambah Ndaru. (Bang Kota)
(Dikutip dari rubrik Meseeem...ye... harian Warta Kota, Minggu, 5 Desember 2010)

