• Selamat Datang
 
  • :  
  • Hiburan
  •   :  
  • Seleb
  •   :  
Kamis, 24 November 2011
Jempol Ibas di Kening Aliya
Hari Ini Akad Nikah di Cipanas
Rumgapres/Abror Rizki  
Dibaca : 388 kali     Komentar: 0

Palmerah, Warta Kota

Bertindak sebagai saksi dari pihak mempelai pria adalah Wakil Presiden Boediono, sedangkan saksi dari pihak mempelai perempuan adalah pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Rabu (23/11) kemarin digelar geladi resik yang diikuti oleh kedua mempelai bersama seluruh keluarga. Geladi dilakukan dari pukul 14.00 hingga pukul 17.00, dan sempat disiram hujan rintik-rintik.

Orangtua kedua mempelai, yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, juga mengikutinya. Hadir pula Kepala KUA Cipanas, H Muchtar, yang hari ini akan bertindak sebagai penghulu dalam pernikahan Ibas-Aliya.

"Bapak Presiden, Pak Hatta, dan kedua mempelai mengikuti geladi sambil hujan-hujanan. Beliau menikmati geladi ini meski dalam kondisi hujan," kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, ketika mengunjungi tenda media di lapangan seberang Istana Cipanas, kemarin.

Menurut Julian, Presiden SBY mengaku puas dengan persiapan akad nikah putranya dengan dengan putri Hatta Rajasa itu. "Presiden mengatakan cukup puas dengan geladi resik yang baru saja selesai. Suara yang agak keras terdengar dari beliau tadi untuk memberi instruksi," kata Julian seperti dikutip Kompas.com.

Dari suara tayangan langsung yang disiarkan di tenda media, sempat terdengar SBY bersuara dengan nada tinggi karena ketidakpuasan terhadap penataan meja dan tari-tarian. Namun, menurut Julian, suara SBY itu hanya bentuk pengarahan saja. "Itu hanya pengarahan Presiden kepada para panitia yang sedang melaksanakan geladi," ujarnya.

Julian menyebutkan, dekorasi ruangan bernuansa adat Jawa dan Sumatera Selatan. Tim yang bertugas memadukan nuansa dua budaya tersebut didatangkan dari Bali dan melibatkan unit usaha kecil dan menengah setempat.

Cium tangan

Rangkaian prosesi akad nikah hari ini akan memakai adat Palembang, khususnya adat Ogan Komering, tempat asal Hatta Rajasa. Penata rias adat Palembang, Jujuk Burhanan, menjelaskan soal ritual adat Komering. Perias yang ditunjuk langsung oleh ibunda Aliya, Okke Hatta Rajasa, ini mengatakan, adat Komering dipilih karena merupakan tanah kelahiran Hatta Rajasa.

"Keluarga Bapak Hatta Rajasa berasal dari Palembang, lebih khusus lagi Ogan Komering. Makanya, yang dipakai adalah adat Komering," kata Jujuk kepada Okezone di Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (22/11) malam.

Pada dasarnya, prosesi pernikahan adat Komering tidak berbeda jauh dengan adat Palembang secara umum. Malah, tambahnya, waktu yang dibutuhkan untuk prosesi adat Komering secara utuh bisa lebih lama.

"Palembang itu luas, masing-masing kabupaten punya adat berbeda. Kalau ikuti upacara adat yang sebenarnya, seperti di Keraton Yogyakarta (pernikahan Raden Ajeng [GRAj] Nurastuti Wijareni dengan Achmad Ubaidillah0 kemarin, tidak jauh beda. Kebetulan, Ibu dan Bapak Hatta Rajasa termasuk bangsawan di Palembang," ujar pemilik [Tab] usaha tata rias dan dekorasi Dessy Wedding itu.

Penatas rias siraman Ibas, Sumaryono, menambahkan, dalam geladi resik kemarin, sesuai rangkaian adat Komering, Ibas latihan menyentuh kening mempelai wanita dengan jempol tangan sambil mengucapkan Bismillah, membaca Al-Fatihah dan membaca salawat. Prosesi ini dikenal dengan nama batal wudu.

"Setelah itu, Mbak Aliya juga latihan mencium tangan mempelai pria sebagai simbol bakti pertama istri kepada suami tercinta," jelas perias yang kemarin ikut dalam acara geladi tersebut.

Menurut Sumaryono, dalam geladi itu Aliya terlihat santai. "Kalau Mas Ibas terlihat tenang dan pendiam," ucapnya seperti dikutip Okezone.

Tak terima kado

Sementara itu, Presiden SBY sejak Selasa (22/11) sudah mengeluarkan imbauan kepada para undangan yang akan hadir dalam acara akad nikah maupun resepsi pernikahan Ibas-Aliya. SBY meminta para tamu tidak memberikan kado, hadiah, atau suvenir. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari fitnah.

"Mengenai gratifikasi, saya dengan tidak mengurangi rasa hormat, daripada saya kena fitnah, teman-teman yang secara tulus ingin memberi bingkisan juga kena fitnah, jadi hadir saja saya sudah bersyukur, apalagi dengan bacaan doa-doa. Dan ayat dari firman Allah itu sudah luar biasa," kata Presiden di kediaman pribadi Puri Cikeas, Bogor.

Presiden juga mengatakan, selama rangkaian acara proses pernikahan Ibas-Aliya, ia bersama Wakil Presiden Boediono tetap bekerja mengurus masalah kenegaraan dan juga pemerintahan. Ia menyayangkan bila ada pendapat yang mempertanyakan apakah tugas-tugas kenegaraan dan pemerintahan yang terganggu. "Ada yang menanyakan, lantas pekerjaan bagaimana. Tapi tidak ada yang bertanya mengapa tujuh tahun saya tidak pernah mengambil cuti," katanya.

"Juga tadi ada yang bertanya itu akad nikah di Istana Cipanas menggunakan uang negara atau tidak. Ada begitu. Saya bilang saya mengerti mana yang menggunakan uang negara dan mana yang menggunakan bukan uang negara meskipun milik negara," tambahnya.

Menurut Yudhoyono, akan ada banyak duta besar negara sahabat yang turut menyaksikan acara adat, dan tempat yang paling baik di Istana Cipanas. "Tetapi semua perhelatan itu tidak menggunakan uang negara. Sama saja menteri di Kompleks Widya Chandra dan Denpasar mantu di situ. Yang memang tidak ada menyewa kepada negara, karena rumah kediaman resmi di situ. Dengan demikian kalau punya hajat di situ menjadi wajar," kata Presiden.

Sebelumnya, Mensesneg Sudi Silalahi, mewakili keluarga, mengatakan bahwa permintaan untuk tidak memberikan hadiah berbentuk apa pun itu dicantumkan pada kartus undangan yang disebarkan.

"Sehubungan dengan acara itu, dalam (kartu) undangan juga keluarga besar Presiden dan Pak Hatta Rajasa selaku sahibul hajat tanpa mengurangi rasa hormat (menyampaikan) tidak menerima bingkisan atau kado atau hadiah," kata Sudi. (Ant/luc)

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]