

Jakarta, WartaKota
MISS Indonesia 2007 Kamidia Radisti mengalami peristiwa tidak menyenangkan saat menunggu penerbangan Citilink tujuan Jakarta di Bandara Juanda, Surabaya, Minggu (20/11) malam.
Disti, demikian dia biasa disapa, saat itu bersama suaminya, Lutfi Ubaidillah, dan anaknya, Kaira (1,5). Mereka telantar 3-4 jam setelah nama-namanya dikeluarkan dari daftar penumpang.
Padahal, mereka sudah memegang tiket resmi yang dibelinya lewat jalur online. Mereka membeli tiket web check in pulang-pergi, yakni untuk penerbangan Jakarta-Surabaya hari Jumat (18/11) dan Surabaya-Jakarta hari Minggu (20/11).
Setelah menunggu lama tak ada kepastian, Disti pun habis kesabaran. “Awalnya saya diam. Suami saja yang marah-marah. Tapi, setelah sejam lebih pihak Citilink tidak juga ada yang turun memberi penjelasan, lama-lama aku juga emosi. Kaira juga sudah rewel karena mulai ngantuk,” ujarnya lewat telepon kepada Warta Kota, Rabu (23/11).
Menurut Disti, terdapat 11 penumpang yang didepak dari jadwal penerbangan tersebut, padahal sudah antre di check in counter. "Di bandara, seorang petugas tiba-tiba saja menuliskan note di lembaran tiket pesawat kami," katanya.
Note tersebut berbunyi “over cap”, yang artinya pemegang tiket tidak bisa ikut penerbangan dengan alasan jumlah penumpang sudah melebihi kapasitas. Ini terjadi karena pesawat ditukar dengan yang lebih kecil.
Pihak Citilink menawarkan penerbangan Senin (21/11) pukul 06.00. “Tapi, tidak ada yang mau karena semua harus pulang malam itu juga," kata Disti, yang mengaku tak punya niat menuntut. Dia hanya ingin kejadian seperti itu tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, Warta Kota belum berhasil menghubungi pihak Citilink untuk minta tanggapan atas peristiwa tersebut. (yus)

