

Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Fauzi Bowo mengatakan bahwa selama ini Tugu Monumen Nasional (Monas) sering menjadi lapangan sampah terbesar di Ibu Kota.
Oleh karena itu ia mengajak segenap lapisan masyarakat, khususnya Jakarta, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian Monas.
"Tiap hari Minggu banyak sekali orang-orang yang datang ke Monas. Tapi seringkali setelah mereka pulang Monas menjadi lapangan sampah terbesar di Ibu Kota. Karenanya saya berharap agar kita bersama-sama menjaga keindahan Monas," tutur Fauzi Bowo saat memberikan kata sambutan dalam peringatan puncak HUT ke-50 Monas di Lapangan Monas, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (29/11).
Dalam kesempatan itu Foke mengingatkan bahwa tugu Monas didirikan oleh Presiden RI Ir Soekarno untuk mengabadikan kebesaran perjuangan Indonesia dalam revolusi 17 Agustus 1945.
Oleh karena itu, gubernur menganggap keberadaan Monas punya nilai historis yang tinggi. "Dengan menjaga kelestarian Monas berarti kita menghargai perjuangan para pejuang," katanya.
Selain itu Fauzi juga menilai bahwa menjaga kelestarian Monas adalah sesuatu yang sangat penting karena Monas adalah kebanggaan warga Jakarta dan bangsa Indonesia. Karenanya setiap warga Jakarta, katanya, punya kewajiban untuk memelihara Monas.
"Keaslian, keasrian, dan kebersihannya wajib kita jaga," ajak gubernur yang akrab disapa Foke ini kepada warga Jakarta. Peringatan 50 tahun Monas telah dimulai sejak 18 Oktober 2011 yang lalu. Berbagai kegiatan lomba telah dilakukan untuk memperingatinya.
Dalam acara puncak yang dilaksanakan kemarin, sejumlah pertunjukan budaya diadakan untuk menunjukkan Jakarta sebagai kota multi kultural. Sejumlah artis Ibu Kota seperti Mike Mohede dan Judika turut memeriahkan pergelaran. (m7)

