• Selamat Datang
 
  • :  
  • Kriminal
  •   :  
  • Artikel Kriminal
  •   :  
Senin, 26 Desember 2011
Kematian Osama Sebar Tanda Tanya
whatworldnews.com  
Dibaca : 223 kali     Komentar: 0

Palmerah, Warta Kota

Ia "ditanam" di Afghanistan dan belakangan dicap sebagai "teroris" nomor satu oleh negara adidaya tunggal, lalu pada awal Mei Amerika Serikat mengaku "telah membunuh musuh nomor wahidnya tersebut di Pakistan", tapi ketidakjelasan tersiar seputar peristiwa itu.

Meskipun seluruh dunia tahu tentang serangan personel Navy SEAL AS yang "menewaskan Osama bin Laden" di Pakistan pada 1 Mei, banyak perincian misi tersebut diselimuti ketidakpastian, sampai akhir Desember 2011.

Dalam rekonstruksi terperinci yang mengejutkan dan disiarkan tak lama setelah "terbunuhnya Osama bin Laden", ada laporan bahwa "seorang prajurit AS mengakhiri hidup Osama"; mula-mula pemimpin Al Qaeda itu ditembak di dada, dan saat ia terjatuh, anggota lain SEAL AS melepaskan tembakan kedua ke kepalanya.

Menurut Laura Rozen, Wartawati Senior Urusan Luar Negeri Yahoo! News, yang mengutip wartawan Nicholas Schmidle, prajurit AS tersebut melapor melalui radio, "... Geronimo, E.K.I.A (enemy killed in action)."

Schmidle menyatakan ada 25 personel Navy SEAL yang naik dua helikopter Black Hawk yang menyerbu kediaman Osama di Abbottabad, Pakistan.

Setelah hampir satu dasawarsa perburuan terhadap Osama, terobosan dilaporkan muncul pada Agustus 2010, ketika kurir yang paling dipercaya oleh Osama --Abu Ahmed al-Kuwaiti-- terlihat dan diidentifikasi.

Lalu berlangsung lah delapan bulan operasi intelijen yang melelahkan dan mencapai puncaknya dengan serangan helikopter di Abbottabad, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, sekitar 50 kilometer timur laut Islamabad, dan 150 kilometer timur Peshawar dengan penduduk 120.888 jiwa (2006), oleh agen intelijen dan militer Amerika yang berakhir "dengan kematian Osama bin Laden".

Tiga lelaki dan seorang perempuan juga kehilangan nyawa "dalam baku-tembak di tempat tersebut". Belakangan Presiden AS Barack Obama mengumumkan "kematian Osama bin Laden" kepada dunia.

Selama tiga hari pertama sejak "kematian Osama", perhatian media tradisional dan baru bukan tertuju pada sisi politik "kematian orang paling dicari oleh Amerika itu".

Tapi, pembahasan di media utama di dunia --Facebook, Twitter dan blog-- malah berkisar pada upaya untuk memikirkan apa yang terjadi dan perasaan orang mengenai itu, termasuk perdebatan di media sosial tentang apakah laporan yang beredar mungkin dusta.

Di kalangan pers arus utama, liputan telah berpusat pada upaya untuk menghasilkan perincian yang mengarah kepada dan selama serbuan yang dramatis itu, dan mengenai reaksi nasional serta internasional mengenai peristiwa tersebut. Menurut laporan, kedua tema itu mengisi sebanyak separuh liputan media sejak serangan 1 Mei sampai Rabu, 4 Mei.

Serangan di Abbottabad "merupakan upaya serius pertama tim Navy SEAL AS sejak akhir 2001, untuk membunuh Osama --yang diberi nama sandi 'Crankshaft' oleh Komando Operasi Gabungan Khusus, JSOC". Sebelumnya, menurut Schmidle, ada laporan Osama diberi nama sandi "Geronimo".

Namun sebelum misi dilancarkan, Navy SEAL telah membuat daftar nama sandi yang diambil dari nama suku asli Amerika. Masing-masing kata sandi memiliki tingkat misi yang berbeda: meninggalkan Jalalabad, Afghanistan timur, memasuki Pakistan, mendekati kompleks tempat tinggal Osama, dan lain-lain. Nama sandi "Geronimo", kata Schmidle, dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Osama bin Laden "telah ditemukan".

"Pada 6 Mei Presiden Obama pergi ke Fort Campbell, Kentucky, tempat satuan Ke-160 berpangkalan, untuk menemui unit DEVGRU dan pilot yang melancarkan serangan tersebut," tulis Schmidle.

Dengan menggunakan model 3-D mengenai tempat tinggal Osama, SEAL merekonstruksi operasi itu untuk Presiden AS tersebut dan menyerahkan bendera Amerika yang telah dibawa dalam misi tersebut, yang telah dibubuhi tanda tangan mereka dan bertuliskan, "From the Joint Task Force Operation Neptune's Spear, 01 May 2011: 'For God and country. Geronimo'," demikian laporan Schmidle.

Satuan tersebut diberitakan telah melakukan banyak operasi penyusupan sebelumnya ke dalam wilayah Pakistan. "Abbottabad bukan petualangan pertama DEVGRU ke dalam wilayah Pakistan," tulis Schmidle.

"Tim itu secara diam-diam telah memasuki negeri tersebut sebanyak 10 sampai 12 kali ...," kata Schmidle. Kebanyakan misi itu dilancarkan ke dalam wilayah Waziristan Selatan dan Utara, tempat banyak pengulas militer dan intelijen menduga Osama dan pemimpin lain Al Qaeda telah bersembunyi.

Oleh karena itu, serangan malam hari oleh pesawat "siluman" digambarkan sebagai "biasa menurut standar operasi tim khusus, dan seorang perwira Departemen Pertahanan menyamakan misi tersebut dengan "memotong rumput di halaman", kata Schmidle seperti dilansir Antara.

Jauh berbeda

Kini, kata The Daily Caller, lebih baik orang melupakan apa yang mereka kira mereka ketahui mengenai "peristiwa pada malam Osama bin Laden terbunuh".

Menurut seorang mantan anggota Navy SEAL yang mengaku ia melihat kondisi di dalam rumah Osama dan dikutip The Daily Caller, kabar yang beredar telah diperbaiki.

"Sekarang jelas dalam beberapa pekan setelah misi tersebut bahwa kabar yang beredar di luaran bukan hanya tak benar, tapi terbukti adalah lelucon tak lucu mengenai apa yang terjadi," kata Chuck Pfarrer, penulis "Seal Target Geronimo: The Inside Story of the Mission to Kill Osama bin Laden".

Dalam wawancara dengan The Daily Caller, Pfarrer memberi perincian mengenai mengapa ia percaya bahwa diperlukan perbaikan, dan mengapa ia menawarkan versi pribadinya mengenai prajurit yang menerobos tempat tinggal Osama di Abbottabad, Pakistan.

Pada Agustus, New Yorker menyiarkan tulisan yang menjadi pukulan bagi serbuan SEAL terhadap persembunyian Osama bin Laden pada 1 Mei 2011.

Di dalam laporan tersebut, yang dilaporkan kurang mendapat sumbangan dari personel SEAL yang terlibat, pembaca disajikan misi yang dimulai dengan satu helikopter rahasia mendarat dan diikuti oleh serangan terhadap satu rumah di Abbottabad.

Penulis lepas Nicholas Schmidle menyatakan anggota SEAL telah melepaskan tembakan dan melakukan peledakan dalam perjalanan mereka dari lantai ke lantai, sampai akhirnya "memojokkan pemimpin Al Qaeda" tersebut.

Pemimpin Al Qaeda itu belakangan dilaporkan tak bersenjata. "Tak ada pertanyaan untuk menahan atau menangkap dia. Tak seorang pun mengingini tahanan," demikian pendapat Schmidle mengenai operasi tersebut.

Namun pemerintah AS berkilah "seandainya Osama bin Laden segera menyerah, ia mungkin sekarang masih hidup". Satu peluru 5,56-mm dilaporkan menerjang dada Osama, dan saat ia terjengkang, anggota lain SEAL melepaskan tembakan kedua ke kepalanya, tepat di atas mata kirinya.

"Versi mengenai baku-tembak selama 45-menit, serangan dan pembunuhan berdarah dingin di lantai tiga, itu bukan misi tersebut," kata Pfarrer kepada TheDC.

Ia juga memperdebatkan apa yang berlangsung di kediaman Osama di Abbottabad.

Helikopter yang disebut "Stealth Hawk" adalah mesin mencolok yang menyembunyikan teknologi canggih. Helikopter itu memasuki kompleks bangunan sebagaimana direncanakan; "Razor 1" menurunkan tim SEAL-nya di atap bangunan, dan bukan di tanah. Tak ada pendaratan dengan sulit. Itu, kata Pfarrer, tak terjadi sampai "Osama tewas".

Sementara itu, "Razor 2" mengambil posisi berputaran sehingga penembak jitu di dalamnya, yang sebagian juga pernah ikut dalam operasi penyelamatan di laut terhadap kapten Maersk Alabama Richard Phillips, memiliki ruang yang jelas mengenai setiap orang yang melarikan diri dari rumah tersebut.

Anggota SEAL kemudian turun dari atap, segera menerobos lantai tiga, dan serta-merta bertemu dengan Osama bin Laden di kamarnya. Ia "tidak berdiri diam". "Ia menunduk di balik ranjang berukuran besar untuk mengambil senapan AKSU yang ia simpan di samping bagian kepala," tulis Pfarrer di bukunya.

Saat itu lah, selama 90 detik setelah anggota SEAL pertama menginjakkan kaki di atap rumah, dua peluru tentara Amerika merobos ke dada dan kepala Osama.

Di Washington, Presiden Obama tampil di podium di East Room di Gedung Putih pada malam yang sama waktu setempat untuk mengumumkan "kematian Osama bin Laden".

Menurut Pfarrer, pengumuman secara cepat macam itu malah menimbulkan ancaman besar bagi keamanan nasional AS.

Ia mengatakan sebenarnya ada pilihan pada malam itu. "Ada pilihan untuk merahasiakan misi tersebut." Amerika, kata Pfarrer, dapat membiarkan masalah tersebut "selama beberapa pekan atau bulan" sekalipun ada bukti di lapangan dan memanfaatkan personel intelijen dan mengakhiri Al Qaeda.

Namun pengumuman Obama, katanya, mengundang perdebatan mengenai informasi intelijen yang dikumpulkan mulai dari nol mengenai Al Qaeda; Drive komputer, perangkat keras, kaset video, CD, flash disk dan semuanya.

Sebelum semua itu dapat diselidiki, keputusan politik diambil untuk memberi pujian bagi operasi tersebut.

Yang lebih mengejutkan ialah munculnya pendapat bahwa Osama Bin Laden yang dibunuh dalam operasi militer AS di Abbottabad, Pakistan, adalah Osama palsu.

Osama Bin Laden disebut-sebut telah meninggal pada 2010, setelah menerima perawatan di rumah sakit Amerika karena berbagai penyakit. CIA dikatakan menjaga rumah di Abbottabad, sementara beberapa agen ditempatkan tepat di samping komplek yang diduga sebagai tempat tinggal Osama Bin Laden.
 

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]