
Jatinegara, Wartakotalive.com
Mantan Direktur Umum PT ASDP (Angkutan, Sungai, Danau dan Penyeberangan) di era 90-an, Ir Subarkah (68) terlantar selama empat jam dengan kondisi kejang-kejang di trotoar di Jalan Jatinegara Barat, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/1/2012) sore.
Polisi yang tengah patroli sempat diberhentikan warga untuk mengurus Subarkah. Namun polisi menolak mengurus pria tersebut dengan alasan bukan korban kecelakaan. Sampai pukul 16.00, sang mantan direktur Umum PT ASDP itu masih tergeletak di pinggir jalan. Meski ramai warga berseliweran, tak ada yang menolong pria tersebut.
Setelah selama empat jam tak ada seorangpun yang menolongnya, Subarkah yang terkapar dan terjatuh di sisi jalan itu akhirnya dibawa ke RS Premier Jatinegara, oleh kerabatnya.
Dua anak korban menjemput ke lokasi korban terkapar, sekitar pukul 16.30 dan langsung membawa Subarkah ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Premiere, Jatinegara, dengan menggunakan angkutan umum.
Bonita Adiningsih, istri Subarkah saat ditemui di RS Premier Jatinegara mengatakan suaminya itu adalah mantan Direktur Umum PT ASDP era 1990-an.
Menurut Bonita, Rabu siang sekitar pukul 11.00, suaminya itu ijin pergi untuk membeli obat di kawasan Pramuka, Jakarta Timur. "Waktu ditelepon anak saya, saya lagi di puncak. Dia memang selalu beli obat diabetes di Pramuka," ujar Bonita.
Di Unit Gawat Darurat RS Premiere, dokter langsung menangani Subarkah. Bonita mengatakan setelah mendapat perawatan dan pemeriksaan dokter, suaminya itu menderita stroke lanjutan.
Sebelumnya, sekitar pukul 13.15, Slamet (36), saksi mata mengatakan Subarkah yang mengenakan baju kuning dan bercelana panjang putih menyeberang di bawah flyover Kampung melayu dari arah Casablanca menuju Terminal Kampung Melayu. Namun saat di tengah jalan Jatinegara Barat,
Subarkah kejang-kejang dan terkapar. Subarkah langsung tergeletak di tengah Jalan Jatinegara Barat.
Dengan dibantu beberapa warga, Subarkah dibopong ke pinggir jalan. "Dia langsung jatuh di tengah jalan dan kejang-kejang," ujar Slamet yang berprofesi sebagai timer angkutan umum tersebut.
Slamet dibantu beberapa warga membopong korban ke pinggir jalan di depan toko Makmur Jaya di Jalan Jatinegara Barat.
Setelah diperiksa tas yang dibawa, ditemukan kartu identitas pria renta tersebut. Dia kartu identitas tertera pria itu bernama IR Subarkah (68) warga Jalan Pepaya No. 8, RT 4/6, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Dari dalam tas tersebut juga ditemukan buku tabungan BCA dan dompet berisi uang Rp. 350.000.
Saat itu, kondisi Subarkah tampak mengenaskan. Selana panjang warna putih tampak kotor karena tergeletak di trotoar jalan. (bum)

