
Menteng, Warta Kota
Sekitar 40 penggemar sepeda Federal berkumpul di sekitar Bundaran HI, Minggu (15/1). Dengan sederhana mereka merayakan ulang tahun ketiga terbentuknya komunitas MTB Federal Indonesia.
Acara kumpul-kumpul yang di kalangan mereka disebut 'Tunjukkan Federal-mu' (TF) juga diadakan serentak di sejumlah kota besar seperti Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Bahkan federalis (sebutan bagi para penggemar Federal) di Purwokerto dan Mojokerto juga tak ketinggalan kendati hanya beberapa orang yang jalan bareng. Saat tulisan ini dibuat, seorang federalis Wawa Nakamurawa sedang menggowes Federal Street Cat dari Jakarta kembali ke Sidoarjo setelah sebelumnya turing bersama seorang pesepeda Jerman dari Sidoarjo ke Jakarta.
Di Jakarta, acara ulang tahun juga dihadiri Bambang Warih Koesoema, mantan wakil rakyat dan petinggi PT Federal Cycle Mustika (FCM, anak perusahaan Astra Honda Motor yang memproduksi Federal tahun 1986-1997). Bambang khusus datang untuk berbagi cerita bersama para federalis. Kolektor sekitar 30 sepeda mtb lawas itu ikut memperhatikan dengan seksama deretan sepeda Federal yang diparkir di pojokan depan Wisma Nusantara.
Seri-seri sepeda legendaris itu seperti Jaguar, Strobo, Mt Everest, Bob Cat, Tom Cat, Street Cat, dan sebagainya berjejer bersama. Ada yang orisinil, namun banyak pula yang komponennya sudah diganti baru atau dimodifikasi.
Bambang mengatakan, kecintaan terhadap produk sepeda karya anak bangsa itu patut dilestarikan. Ditengah serbuan produk impor yang menguasai negeri ini, maka semangat untuk menggunakan produk dalam negeri sangat relevan untuk ditingkatkan.
"Dulu Federal juga mendapat tempat di Eropa. Animo masyarakat sana cukup besar sehingga penjualannya bisa mencapai tiga juta unit dan mengkhawatirkan pesaing dari Taiwan yang waktu itu penjualannya 11 juta unit," tutur Bambang yang menjadi dealer Federal di Eropa, khususnya Belanda dan Belgia. Hal itu memicu tuduhan dumping yang berujung pada berhentinya produksi FCM.
Widhie Noegroho, salah satu dedengkot MTB Federal Jakarta mengatakan, TF tak hanya menjalin tali silaturahmi antar federalis. Acara yang kadang diisi dengan gowes bareng atau sekadar ngobrol ngalor ngidul itu juga menjadi semacam obat kerinduan menggowes sepeda Federal.
"Dari ajang yang sederhana ini kami mau memupuk semangat untuk mencintai dan menghargai produk buatan bangsa Indonesia sendiri. Kami tetap setia ber-Federal karena sepeda yang kami gunakan ini karya anak bangsa yang bersejarah dan kualitasnya tinggi," tuturnya.
Soal asal mula komunitas ini, Bagas Triaji mengatakan, grup ini terbentuk pada akhir awal januari 2009. "Kami tentukan saja tanggal 16 Januari 2009 berdasarkan tanggal pemuatan foto Federal Street Cat saya di facebook. Waktu itu sampai beberapa minggu saya saja penghuninya tapi kemudian berkembang dan dari berbagai daerah bermunculan," tutur dedengkot MTB Federal Yogyakarta ini.
Dalam kurun tiga tahun, jumlah anggota milis di facebook MTB Federal Indonesia mencapai 1.108 orang. Logo yang dirancang Ageng Priambodo disepakati sebagai simbol pemersatu para federalis. Sejak saat itu bermunculanlah para dedengkot di tiap kota yang dijuluki kumendan. Mereka adalah orang-orang yang merelakan diri menjadi koordinator wilayah yang menggerakkan para anggotanya untuk aktif. Lucunya, sekalipun aktif di dunia maya dan belum pernah bertemu, para kumendan ini kompak dengan satu visi mengobarkan semangat ber-Federal.
"Grup ini sangat cair dan terbuka bagi siapa saja pencinta sepeda, khususnya sepeda Federal," tutur Bagas.
Ada juga hal-hal yang unik pada awal-awal komunitas ini digagas. "Di Yogyakarta waktu itu justru pesertanya banyak yang tidak pakai Federal, tapi sepeda baru dan lebih bagus. Banyak yang lalu up load foto Federal kondisinya mengenaskan tapi lalu dibangun jadi lebih bagus dan sepeda barunya ditinggalkan," tutur pria yang bekerja di bidang IT ini.
Bagas menambahkan, TF diadakan 1?2 bulan sekali agar ada kehausan untuk berkumpul bersama secara besar-besaran. “Makanya dibela-belain datang kalau TF dan ini menghindarkan acara ini menjadi tren belaka,” tuturnya. Nah, tunggu apa lagi, bangunkan Federal-mu dan bergabunglah bersama MTB Federal Indonesia. (Max Agung Pribadi)

