

Palmerah, Wartakotalive.com
DUA kata yang penuh kekuatan adalah: "Saya Bisa!" Energi terbesar untuk mendongkrak kekuatan itu adalah semangat. Jangan pernah terpengaruh oleh satu kata penghambat, "khawatir."
Begitulah salah satu status Facebook lajang cantik yang kini disibukkan dengan bisnis Chinese cake atau kue keranjang, Jenny Va Fitria.
"Ini adalah bisnis tahunan yang sudah turun temurun. Kami sudah menjalaninya sejak 30 tahun. Pelanggannya sudah ada. Enggak mungkin kami tinggalkan," kata Jenny saat ditemui di rumahnya, kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Rabu (17/1).
Nama kue keranjang produksi keluarga Jenny adalah Ny Liem (Memory). Sejak satu bulan sebelum Imlek—yang tahun ini jatuh tanggal 23 Januari—Jenny sudah disibukkan dengan produksi kue keranjang. Tentu saja untuk memenuhi pesanan relasi dan pelanggan setia.
Selain memenuhi pesanan, Jenny Va juga memasok kue keranjang ke pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Pasar tradisional yang dimaksud seperti Pasar Glodok dan Pasar Pagi Manggadua. Sedang pusat perbelanjaan adalah pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta.
"Jadi, Imlek adalah berkah buat kami. Keluarga kami selalu mensyukurinya," kata Jenny yang punya galeri kue keranjang Ny Liem di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara itu.
Harga kue keranjang Ny Liem berkisar Rp 25.000-Rp 30.000 per paket. Selain menjual secara eceran, Jenny juga menyediakan kue keranjang dalam bentuk parsel. Nah, untuk kata yang terakhir itu, Jenny adalah jagonya.
Kue keranjang Ny Liem dibikin di sebuah pabrik khusus di Tangerang. Kue itu sengaja dibuat dari bahan-bahan alami berkualitas tinggi.
Tujuannya untuk menjaga mutu dan mempertahankan cita rasa. Menurutnya, meski itu bisnis tahunan, keuntungannya bisa mencapai 100 persen.
"Tapi saya tak melihat sisi untung semata. Lebih dari itu, saya ingin mempertahankan karena rasanya memang enak dan telah mentradisi," kata Jenny. (wit)

