
Rawabelong, Wartakotalive.com
Seakan sudah menjadi tradisi di Pasar Rawabelong, Jakarta Barat, setiap menyambut perayaan Imlek selalu dibanjiri pedagang ikan bandeng. Tapi anehnya pembelinya bukan orang keturunan Tionghoa, namun kebanyakan warga Betawi.
Sumarni (45) seorang pembeli ikan bandeng saat ditemui wartawan di pasar Rawabelong menjelaskan bahwa dirinya sengaja membeli ikan bandeng untuk dimasak dan dikirimkan ke tetangga. "Mungkin ini tradisi kali mas (wartawan)," ujarnya, Sabtu (21/1/2012).
Hal senada diungkapkan Abdul Manam (45) seorang penjual ikan bandeng musiman di pasar Rawabelong.
"Kebanyakan yang membeli adalah orang Betawi, mereka bisa mebelinya sampai lima ekor lebih. Kalau untuk warga Tionghoa justru jarang, kalau pun membeli hanya satu atau dua ekor saja untuk sembahyang," ungkapnya.
Kata orang asli betawi ini menjelaskan seakan sudah menjadi tradisi di daerah Rawabelong setiap perayaan imlek masyarakat selalu membeli ikan bandeng untuk kemudian saling berkirim antar tetangga. "Memang sudah dari dahulu seperti itu," ucapnya.
Begitu juga Rojali (53) pedagang bandeng ini pun mengaku bila pembelinya kebanyakan warga betawi bukan warga keturunan yang akan merayakan Imlek.
"Mereka biasa belinya banyak. Setiap tahun seperti itu. Lihat saja di sini yang beli, rata-rata orang betawi," ujarnya.
Akibat aktifitas penjual bandeng di Jalan Rawabelong Jakarta Barat, arus kendaraan dari arah jalan Palmerah Utara menuju Kebon Jeruk macet, antrian kendaraan mengular hingga dua kilo meter. Begitu juga dari ara sebalik.
Tribunnews.com

