

Bogor, Wartakotalive.com
POLSEK Bogor Tengah mengamankan salah satu pelajar SMK di Bogor karena diduga terlibat dalam aksi tawuran. Peristiwa itu menyebabkan seorang pelajar mengalami luka bacok di bagian pinggang dan pahanya, Jumat (27/1) siang.
SS (17), pelajar kelas 1, ditangkap saat turun dari bus, Sabtu (28/1). SS diamankan petugas Polsek Bogor Tengah karena diduga membacok Feri (17), pelajar salah satu SMK swasta dengan celurit saat terlibat tawuran di sekitar Bogor Trade Mall (BTM), Jalan Juanda, Kota Bogor.
Akibat bacokan tersebut, Feri harus dilarikan di RS PMI Bogor karena terluka di bagian pinggang dan paha. "Kita masih mengejar dua pelaku lainnya yang terlibat dalam tawuran itu," ujar Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah AKP Choeruddin Achmad kepada wartawan, Senin (30/1).
Selain mengamankan SS, polisi juga mengamankan 11 pelajar lainnya. Mereka dibawa ke Polsek Bogor Tengah untuk diberi pengarahan oleh petugas dan mengisi biodata diri.
"Mereka tidak ditahan karena sebagai saksi. Tapi ikut dalam tawuran itu, makanya kita bawa ke Polsek untuk mengisi identitas dirinya," ujar AKP Choerudin Achmad.
Dari tangan para pelajar itu, polisi menyita dua bilah samurai dan sebuah celurit. Choeruddin menjelaskan, aksi tawuran tersebut terjadi pada Jumat siang 28/1) di sekitar BTM, Jalan Juanda, Bogor Tengah, Kota Bogor.
"Saya memang membacok Feri, pas dia lagi di motor. Tapi saya bacok dia, karena dia nyerang duluan pakai celurit," kata SS di Mapolsek Bogor Tengah.
SS mengaku baru pertamakali terlibat dalam aksi tawuran. Itupun menurutnya, dilakukan karena dipaksa oleh dua seniornya. (wid)

