
Gunung Kidul, Wartakotalive.com
Menanggapi beredarnya video porno yang diperan 7 lelaki dan 2 wanita di hutan Gunung Kidul Yogyakarta, Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Heru Muslimin mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan peredaran video pesta seks pelajar SMA di Rongkop tersebut. Sejauh ini, pihaknya akan menyelidiki dan mengklarifikasi dengan pihak sekolah terkait.
Untuk sementara waktu, pihaknya juga mendapatkan laporan bahwa beberapa siswa di sekolah tersebut sudah dikeluarkan, karena terlibat di dalam video tersebut.
Sementara itu, pemerhati sosial Gunungkidul, Tri Asmiyanto, menyarankan agar pemkab melakukan langkah kongkrit untuk menyikapi masalah kenakalan remaja tersebut. Pasalnya perilaku generasi muda saat ini sangat memprihatinkan. Apalagi, melihat beberapa kasus yang sangat fatal ini.
Pihaknya mendorong, Pemkab, untuk lebih berperan dengan pemberian pelajaran kesehatan produksi (kespro) bagi pelajar harus secara tuntas diberikan disekolah. "Sejauh ini, pendidikan semacam ini, sangat diperlukan, banyak pelajar yang nakal, namun itu tidak semua, maka dengan bimbingan, akan menjadikan mereka lebih baik," jelasnya.
Namun demikian, Tri menambahkan, keputusan instansi mengeluarkan pelajar yang terbukti melakukan tindakan asusila tersebut bukan sesuatu keputusan yang baik. "Ini, harus dicari akar permasalahannya, jangan sampai dengan memberi keputusan tersebut, justru tidak ada efek yang signifikan, " tandasnya.
Tribun Jogja

