• Selamat Datang
 
  • :  
  • Seks & Seksi
  •   :  
  • Kesehatan
  •   :  
Rabu, 1 Februari 2012
Bocah Meninggal karena DBD, Depok Waspada
Warta Kota/Ichwan Chasani  
Dibaca : 385 kali     Komentar: 0

Depok, Wartakotalive.com

Seorang anak berusia 7 tahun yang tinggal di Beji, Depok, meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD). Diduga penanganan terhadap anak tersebut lamban.

"Ada anak yang meninggal karena DBD. Tapi kejadian itu belum dilaporkan ke Dinas Kesehatan, sehingga kami belum bisa memastikan anak itu meninggal akibat DBD," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Depok, Ani Rubiani, di ruangannya, Selasa (31/1).

Ani mengatakan, kasus meninggal karena DBD itu merupakan kali pertama di tahun 2012. Sedangkan tahun lalu tidak ada, karena banyak rumah sakit yang cepat menanganinya.

Lebih lanjut Ani menjelaskan, pada Januari 2012 terjadi peningkatan kasus DBD. Hal itu terjadi karena faktor cuaca yang saat ini masuk musim penghujan dan pola hidup bersih masyarakat Depok.

Dari data Januari 2012, laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan menyebutkan ada 61 kasus DBD di Kota Depok, yakni di Sukmajaya 12 kasus, Beji 9 kasus, Pancoranmas 6 kasus, Cilodong 6 kasus, Sawangan 6 kasus, Limo 6 kasus, dan RSUD 40 kasus.

"Memang belum semua rumah sakit melaporkan ke Dinas Kesehatan, karena ada yang laporannya harian, mingguan, dan bulanan. Data dari RSUD saja yang diberikan adalah data hingga tanggal 15 Januari. Depok memang endemis DBD," imbuhnya.

Dikatakan Ani, peningkatan jumlah kasus DBD menjadikan warning atau peringatan bagi Dinas Kesehatan untuk meningkatkan pola hidup sehat dan pemberantasan sarang nyamuk. Dua hal itu merupakan langkah jitu untuk mematikan berkembangnya nyamuk aedes agypti.

"Saat ini hampir setiap wilayah sudah meminta dilakukan fogging. Ini menggambarkan DBD merata di semua wilayah di Depok," katanya.

Ani menegaskan bahwa di wilayah Depok tidak ada kejadian luar biasa (KLB) maupun meluasnya DBD. Begitu pun di Limo dan Cinere. Ani menyatakan bahwa Dinas Kesehatan juga telah berkunjung ke wilayah yang jumlah kasus DBD-nya ada peningkatan.

Dalam kunjungan itu pihaknya memonitor kinerja kader siaga dan memberikan penanganan dalam mengatasi DBD. Selain itu pihaknya meminta agar pengurus RT, RW, kelurahan, dan kecamatan untuk menggalakkan warga agar melakukan PSN.

Sementara itu, Direktur RS Tugu Ibu, Peppy, menyatakan bahwa kasus DBD yang ditangani pihaknya mencapai 30 orang. Rata-rata per hari ada tiga sampai empat pasien DBD. (dod)

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]