

Kiev, Wartakotalive.com
BELASAN tunawisma mati kedinginan di Eropa Timur, 13 orang di antaranya tewas di Ukraina hanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Suhu di beberapa tempat di Eropa timur mencapai minus 27 derajat Celsius - di Ukraina bahkan mencapai 33 derajat Celsius di bawah nol.
Bagi Ukraina, musim dingin kali ini adalah yang terdingin dalam enam tahun terakhir.
Setidaknya, di seluruh Eropa Timur tercatat 58 orang tewas sepanjang pekan lalu, sementara ratusan orang lainnya perlu mendapatkan perawatan khusus, akibat tertimpa sakit yang berkaitan dengan suhu dingin, seperti hypothermia dan frosbyte.
Kementerian Darurat Ukraina hari Rabu (1/2) mengungkapkan , 43 orang telah tewas dalam lima hari terakhir, 28 di antaranya ditemukan mati di jalanan, 7 mati di rumah, dan 8 lainnya mati ketika tengah mendapatkan perawatan medis. Umumnya mereka yang tewas kedinginan, adalah para tunawisma (gelandangan).
Pihak otoritas Ukraina - negeri yang terburuk kena dampak musim dingin kali ini -- telah membangun ratusan 'tenda pemanas' di seluruh negeri, di mana para gelandangan di negeri itu bisa menghangatkan diri serta memperoleh bantuan makanan berupa roti sandwiches, kentang rebus, lemak babi (salah satu menu tradisional Ukraina), teh atau kopi panas.
Warisan Uni Soviet Data dari rumah sakit Ukraina mengungkapkan, tercatat setidaknya 540 orang harus dirawat di rumah sakit akibat hypothermia dan frosbyte. Petugas kesehatan Ukraina mengungkapkan, ada malahan seorang lelaki yang terkena frostbyte, kakinya berubah menjadi berwarna hitam sama sekali.
"Saya minum, dan ketiduran di sebuah bangku. Ketika terbangun di tengah malam, saya tidak merasakan lagi kaki saya," ungkap lelaki yang tak disebutkan identitasnya itu, di atas tempat tidur rumah sakit.
Sejumlah ahli menuding keengganan penguasa, sebagai salah satu penyebab utama jatuhnya korban dalam jumlah banyak. Menurut ahli kebijakan sosial dari Razumkov Center di Kiev, Pavlo Rozenko, sikap mental ini adalah warisan pada masa Rusia masih berbentuk Uni Soviet, yang memandang para gelandangan dan tuna wisma sebagai umumnya peminum alcohol, pecandu narkoba dan penganggur yang harus dihukum. Dan justru bukan ditolong.
"Negara masih belum tahu, bagaimana harus memperlakukan para gelandangan itu," ungkap Rozenko. Sementara menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Ukraina, Svitlana Tikhonenko, pemerintah menginstruksikan agar rumah sakit dilarang menggratiskan para pasien-pasien tunawisma yang selamat, apabila pasien usai dirawat.
Angka-angka kematian lainnya akibat musim dingin, di Polandia tercatat dalam 24 jam terakhir setidaknya lima orang tewas akibat hypothermia, sehingga total yang tewas di Polandia mencapai 15 orang dalam empat hari terakhir, menurut sumber kepolisian nasional Polandia. Suhu di Polandia terpuruk sampai 27 derajat Celsius di bawah nol.
Di Rumania, tercatat dua orang tewas akibat kedinginan dalam 24 jam terakhir., menurut sumber Kementerian Kesehatan, sehingga total korban mencapai 8 orang dalam sepekan terakhir. Suhu di Bukharest Selasa lalu mencapai 20 derajat di bawah nol.
Di Rusia, tercatat satu orang tewas kedinginan, ketika suhu beku mencapai 21 derajat di bawah nol, menurut sumber kementerian Kesehatan setempat. Beberapa tempat lainnya, bahkan ada yang mencapai minus 30 derajat Celsius.
Menghadapi situasi musim dingin yang tak menentu, otorotas Ukraina misalnya, menutup sekolah-sekolah (meliburkannya), sampai waktu yang tak ditetapkan. (Kompas.com)

