

Kairo, Wartakotalive.com
Kerusuhan bola di Liga Mesir yang menyebabkan 73 korban tewas terjadi di kota Port Said, Rabu (1/1/2012), terjadi hanya beberapa menit seusai peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup. Ribuan suporter tuan rumah, Al Masry menyerbu masuk ke lapangan.
Dilaporkan para pendukung itu membawa beberapa benda seperti pisau, batu, botol minuman kaca dan kembang api. Situasi tak terkendalai karena jumlah suporter yang masuk lapangan jauh melebihi jumlah petugas keamanan.
Para suporter itu kemudian menyerang para pemain Al-Ahly beserta staff klub. Mereka juga menyerang suporter Al-Ahly yang berada di tribun bersebrangan. Situasi dilaporkan benar-benar kacau!
"Ini bukan sepak bola, ini perang," kata salah satu pemain Al-Ahly Abo Treika kepada salah satu wartawan TV. "Orang-orang mati di depan kami, ini benar-benar seperti perang! Tak ada tindakan, pengamanan, maupun ambulance."
Hingga tulisan ini diturunkan berita mengenai korban meninggal masih simpang siur. Mengingat banyaknya orang yang menderita luka parah, kemungkinan korban meninggal masih akan bertambah. Rumah sakit di Port Said juga sangat, sangat sibuk karena kekurangan pasokan darah untuk para korban.
Bolanews.com

