• Selamat Datang
 
  • :  
  • Komunitas
  •   :  
  • Warta Komunitas
  •   :  
Kamis, 2 Februari 2012
KMLI: Hobi untuk Edukasi
Komunitas Kereta Model dan Layout Indonesia
Warta kota/celestinus trias hp  
Dibaca : 1265 kali     Komentar: 2

Palmerah, Wartakotalive.com

Berawal dari rasa suka dengan kereta api miniatur, sejumlah orang ini kemudian berkumpul dan banyak cerita tentang kereta api. Dalam cerita itu rata-rata mereka memiliki pengalaman yang sama, yaitu tentang naik kereta api.

Selanjutnya, dalam obrolan itu juga muncul keprihatinan mereka terhadap perkereta-apian di Indonesia. Maka, saat semua sudah saling bersetuju untuk membuat komunitas, yaitu komunitas penyuka Kereta Model dan Layout Indonesia (KMLI), mereka saling bersetuju bahwa komunitas ini juga mampu memberikan edukasi tentang kereta api untuk banyak orang.

"Saat kami berbincang-bincang, karena saling ketemu di toko milik saya di STC Senayan di tahun 2001, kami melihat bahwa ternyata apa yang kami sukai ini bukan sebagai pengumpul atau sebetas kolektor. Tapi, bagaimana kami juga bisa memberikan andil dalam hal pengetahuan. Karena, pada dasarnya kereta api di Indonesia memiliki sejarah yang panjang," tutur Romzy Alkatirie, salah satu pendiri komunitas KMLI.

Lantas jenis edukasi apa yang bisa diberikan? tegas Hari, pendiri KMLI lainnya menyatakan bahwa di Indonesia budaya naik kereta atau menggunakan transportasi kereta masih sedikit. Oleh sebab itu, mulai dari anak-anak yang melihat miniatur atau kereta model seperti di restoran Trainz milik Romzy bisa diceritakan bagaimana tentang kereta dan enaknya naik kereta.

"Kereta itu mengangkut banyak orang, barang, dan apa pun. Bukan cuma naik kereta, tapi juga bisa lihat pemandangan. Karena, bisa digambarkan bagaimana indahnay berbagai sisi negeri ini. Sayang, jika sejak anak-anak tidak mengetahui kereta api di Indonesia. Padahal, nilai sejarahnya tinggi, terutama jaman perjuangan dulu," kata Hari.

Menurut Hari dan Romzy, edukasi tentang kereta melalui menapilkan kesukaan dan hobi kereta model atau miniatur ini dapat berjenjang. Meski, tidak secara mengajak tidak sedikit yang usia dewasa menyukainya dan seperti ada nostalgia ketika mellihat mainan itu.

"Biasanya, yang berkunjung untuk makan di sini lantas berlama-lama lihat kereta yang digerakkan dengan listrik dan sistem komputer ini. Bukan cuma anaknya, tetapi bapak dan ibunya ikutan. Lalu, biasanya mereka tanya-tanya. Nah, fungsi edukasi ini kami sampaikan. Meski tidak detail, tapi secara gambaran umum tetap ada. Karena, sejak awal kami di KMLI punya kesepakatan soal edukasi itu. Bukan cuma beli lalu buat sebatas mainan saja," tutur Romzy.

Bahas Isu Kereta

Pernah beberapakali mengadakan acara bersama pejabat perkereta-apian, Romzy dan Hari mengungkapkan bahwa anggota aktif di KMLI yang hampir 500 orang (anggota seluruhnya lebih kurang 1.000) juga terlibat dalam banyak pembahasan, salah satunya tentang masalah kereta api di Indonesia.

Sambil menunjukkan kontak via mail-list, Romzy menyatakan bahwa banyak teman-teman di KMLI menumpahkan unek-unek dan pengalaman baru yang ditemui. "Mulai dari pengalaman terakhir naik kereta api hingga soal pemasangan bola beton. Ini kami bahas dengan lugas dalam sebuah percakapan. Dari sini, kami berharap ada sebuah edukasi baru bahwa kereta api di Indonesia masih memberikan banyak harapan sebagai alat transportasi yang efektif, juga relatif murah. Salah satu contohnya bagaimana kereta api mampu membawa jumlah penumpang lebih banyak," ujar Romzy.

Soal mengadakan acara sosial, menurut Hari, sampai saat ini KMLI belum sampai pada tahap itu. Namun, masih ingin meningkatkan untuk masalah edukasi dari smeua pengalaman dan koleksi yang mereka miliki.

"Seperti rekan kami yang ingin membangun layout kereta model di Bandung dan Bali, dengan ukuran hampir 200 m2, kami ingin semua melihat bagaimana kereta itu indah sebagai alat transportasi massal. Selain itu, saya pun sudah membangun model dan layout yang mirip jalur kereta api Jakarta-Bandung dan sekitarnya. Saya hanya berharap orang bisa mengetahui bahwa kereta api kita dulu itu bagus sekali dan sayang jika sampai tidak mengetahui sejarahnya," tutur Hari. (cel)

Share :                
A   A   A
Komentar Anda
Senin, 16 April 2012
wasis
sebuah kebanggaan bisa naik kereta api walaupun masih ada keTIDAKNYAMANAN didalamnya.suatu hari nanti saya akan ajak keluarga saya untuk menikmati asiknya naik kereta
Senin, 27 Februari 2012
M.Makhfudz
Tingkatkan terus PTKAI agar angkutan Kereta menjadi idola bangsa yang nyaman dan manusiawi,makanya ujudkan segera pembangunan REL ganda Jakarta-Surabaya.Biar semakin dekat saja,sekarang perjalanan terasa menyiksa karena terlalu lama.
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]