• Selamat Datang
 
  • :  
  • Jalan-Jalan
  •   :  
  • Kuliner News
  •   :  
Minggu, 5 Februari 2012
Restoran Kampoeng Bangka
 
Dibaca : 550 kali     Komentar: 0

Kebayoran Baru, Wartakotalive.com

Inilah restoran bersuasana Melayu yang punya daya tarik lewat alunan musik, memanjakan telinga pengunjung, dan gaya santun para pramusaji yang khas Melayu. Apalagi menu ekor ikan tenggiri bakarnya mengundang selera.

Ingin buktinya? Coba saja ke Restoran Kampoeng Bangka yang terletak di Jalan Panglima Polim Raya No. 102, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat memasuki restoran, suasana Melayu sangat kental, mulai dari dekorasi, alunan musik yang memanjakan telinga pengunjung, dan gaya santun para pramusaji yang khas Melayu.

Di beberapa sudut restoran juga ditempel gambar menu-menu Kampoeng Bangka. Melihat gambar itu sudah menerbitkan air liur. Memang sih, gambar belum bisa menunjukkan kenikmatan makanan olahan restoran itu. Tapi, setelah lidah merasakan, tak perlu waktu lama memutuskan kalau makanan di Kampoeng Bangka memang enak.

Yohana, manajer Restoran Kampoeng Bangka, merekomendasikan saya memilih menu ekor ikan tenggiri bakar. Ekor ikan tenggiri bakar, kata Yohana, merupakan salah satu menu khas Bangka. Menu lain yang saya pesan lempah darat alar keladi. Menu itu menu sayuran khas Bangka. Ekor ikan tenggiri bakar dengan sayur lempah darat alat keladi dipadu cumi asam manis, menjadi santapan saya siang itu. Saya menyantapnya dengan semangat.

Ekor ikan tenggiri bakar yang disajikan lengkap dengan sambal belacannya dibuat dari bahan dasar ikan tenggiri segar yang diberi perasan air jeruk nipis dan diolesi beberapa campuran bumbu sebelum nantinya dipanggang di atas bara.

"Ini diambil dari resep asli Bangka. Aslinya, ikan ini hanya diolesi garam dan merica, dapat juga ditambah beberapa bumbu lain seperti jahe, daun jeruk, dan daun bawang yang semuanya dicincang tipis lalu campurkan dengan minyak sayur agar lebih sedap. Setelah ikan diberi perasan air jeruk nipis, lalu ditaburi merica dan garam," kata Yohana kepada Warta Kota, beberapa waktu lalu.

Entah karena terpesona atau penjelasan Yohana yang sudah sangat memengaruhi lidah saya, rasa ekor ikan tenggiri bakar yang menjadi santapan saya memang sangat terasa di lidah. Saya sudah sering makan ikan tenggiri yang dibakar, tetapi sepertinya belum pernah seenak ini.

Bahkan, walaupun berukuran besar, tidak sulit rasanya menyantap ekor ikan tenggiri ini sampai lenyap di piring saji. Selidik punya selidik, ternyata ekor ikan tenggiri bakar Bangka memang lebih unggul dibanding ikan tenggiri dari daerah lain, setidaknya begitulah pengakuan Yohana.

"Tenggiri Bangka dengan tenggiri Jakarta memang berbeda. Kalau tenggiri Jakarta itu makin dibakar dagingnya makin keras. Kalau tenggiri Bangka beda. Teksturnya tetap lembut, aromanya lebih enak kalau asli Bangka. Tenggiri Bangka juga sangat disukai semua kalangan mulai anak-anak sampai kakek-nenek," ucap Yohana.

Sayur akar talas

Lempah darat alar keladi alias akar talas yang menjadi pilihan sayur juga tidak bisa dianggap remeh. Aneka sayuran khas Bangka dipadu di dalam sebuah mangkok yang tetap panas sangat memuaskan mulut. Daging cumi asam manis juga begitu lembut. Pokoknya, kali ini tidak ada komplain dari saya seputar kualitas makanan. Puas dengan makanan utama, langsung saya seruput es kacang merah yang sejak tadi sudah menunggu untuk dinikmati. Hmm... benar-benar nikmat!

Bicara makanan penutup, di Bangka juga ada makanan khas yang dapat dijadikan makanan penutup, yaitu jongkong. Penganan manis ini terbuat dari campuran tepung beras diberi sedikit air, kapur sirih dan garam, dan kemudian adonan ini dimasak hingga matang dan mengental, pada permukaannya yang manis dan lelehan gula kabung (gula aren) yang aduhai sedapnya. Setelah puas, tak lupa saya habiskan sisa es kacang merah sekaligus sebagai pencuci mulut.

Meski harga yang ditawarkan untuk aneka kuliner ini relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga asli di Bangka, namun soal cita rasa Anda tak perlu khawatir karena dijamin cita rasa semua makanan di restoran yang buka setiap hari mulai pukul 10.00-24.00, ini benar-benar khas Bangka.

Untuk penganan tradisional dihargai mulai Rp 4.500 per buah. Ada juga aneka kue yang dipatok Rp 14.000 per paketnya.

Dijamin halal

Yohana, manajer restoran Kampoeng Bangka mengungkapkan, restoran ini sudah berdiri sejak Juli 2011. Dia mengatakan, sang pemilik restoran yang bernama Haji Vitno berkeinginan menyajikan makanan khas Bangka yang selama ini belum dilirik orang. "Kalau mau cari pempek atau bakmi Bangka kan banyak di Jakarta. Tapi kalau makanan khas Bangka ini baru satu-satunya yang halal di Jakarta," ujar Yohana pada Rabu (18/1).

Terkait kata halal itu sendiri, Yohana punya penjelasan. Dia mengatakan, Bangka selama ini dikenal terdiri dari multietnis, selain etnis Melayu, juga etnis Tionghoa yang jumlahnya tidak sedikit. Sehingga, Bangka pun dikenal punya kekayaan kuliner yang non-halal untuk kaum Muslim. Tapi untuk Kampoeng Bangka, Yohana berani menjamin kalau semua sajian adalah halal.

Apa buktinya? "Pertama, ini yang punya seorang haji, yaitu Haji Vitno. Kedua, sebagian besar orang Melayu itu kan beragama Islam, makanya sasaran pasar kita adalah etnis Melayu. Kita memang tidak menjual yang tidak halal. Jangankan makanan, minuman beralkohol pun kita tidak menjual," tuturnya.

Kampoeng Bangka, kata Yohana, ingin menjaring sebanyak mungkin pelanggan orang Bangka asli yang berada di seantero Jakarta. "Tujuan kita, agar orang Bangka dari segala penjuru Jakarta kalau rindu makanan kampung halaman tidak usah pulang ke Bangka, cukup datang ke sini," katanya dengan nada berpromosi.

Selain menjadi restoran sebagai fungsi utama, ternyata Kampoeng Bangka juga bisa dipakai sebagai tempat perhelatan berbagai acara. Hal ini dimungkinkan karena Kampoeng Bangka terdiri dari 3 lantai dengan postur bangunan yang besar.

"Kita juga menyewakan tempat untuk birthday party, wedding party, atau acara-acara reuni, dan sebagainya. Satu lagi, setiap Jumat sore atau malam Sabtu kita ada live music mulai jam 6 sore sampai 10 malam," kata Yohana lagi. (m7)

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]