• Selamat Datang
 
  • :  
  • Sudut Kota
  •   :  
  • Denyut Kota
  •   :  
Jumat, 3 Februari 2012
Aspal Rusak Akar Pohon
Warta Kota/Adhy Kelana  
Dibaca : 273 kali     Komentar: 0

Gambir, Wartakotalive.com

Pelebaran jalan rupanya menjadi salah satu penyebab pohon di Jakarta mudah keropos dan rawan tumbang.

“Akar pohon yang terhambat pelebaran jalan, hanya tumbuh searah sehingga rentan tumbang. Karenanya, perlu dilakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon dengan kondisi demikian,” ujar Sekretaris Departemen Arsitektur Lansekap Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Nizar Nasrullah, kepada wartawan, Kamis (2/2). Setelah dipangkas, lanjut Nizar, tinggi pohon hanya dibolehkan berkisar antara tujuh hingga 10 meter agar tidak rawan tumbang.

Pemprov DKI Jakarta pun kemarin melakukan tes kondisi pohon melalui kecepatan rambat gelombang suara ultrasonik di tiga lokasi. Yakni, di depan gedung Balai Kota DKI di Jalan Medan Merdeka Selatan, di Jalan Teuku Umar (Menteng), dan Jalan Pattimura (Kebayoran Baru). Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam) DKI Jakarta, Catharina Suryowati, mengatakan dari hasil tes dua pohon di Jalan Medan Merdeka Selatan, satu di antaranya akan ditebang karena tingkat keroposnya mencapai 70 persen.

Tim dari IPB mengebor batang pohon di dua sisi berseberangan. Setelah itu, dimasukkan alat transfuser. Hasilnya, muncul kecepatan rambat gelombang suara ultrasonic sebesar 800 meter per detik dan 1.600 meter per detik. Artinya, tingkat kekeroposan pohon ini hanya 20 persen, sehingga tidak perlu ditebang.

Anggota Tim Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan IPB, Lina Karlinasari mengatakan, jika kecepatan rambat gelombang suara ultrasonik dalam batang pohon di bawah 600 meter per detik, mengindikasikan pohon tersebut mengalami pengeroposan batang pohon sangat parah. Sedangkan jika kecepatan rambat gelombang suara mencapai diatas 1.800 meter per detik, maka kondisi batang pohon tersebut dalam keadaan yang sangat baik. (sab)

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]