

Balai Kota, Wartakotalive.com
Waktu pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta tinggal lima bulan lagi, namun masih banyak warga Jakarta yang belum tahu akan ada pesta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 11 Juli 2012.
Hal itu terungkap dari hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Dari 1.250 orang responden yang dilibatkan dalam survei itu, hanya 42 persen yang mengaku tahu akan digelar Pilkada DKI Jakarta. Sedangkan 35 persen mengaku tidak tahu, dan 22 persen tidak menjawab.
“Komisi Pemilihan Umum harus lebih gencar menyosialisasikan Pemilukada. Jika tidak, dikhawatirkan tingkat warga yang tidak memilih akan besar,” ujar Ketua Puskaptis, Husin Yazid, dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Kamis (2/2).
Dia menambahkan, dari 42 persen responden yang mengetahui akan ada Pemilukada, hanya 65 persen yang mengaku akan berpartisipasi dalam pesta demokrasi itu. Sebagian besar dari responden yang mengaku tidak akan memilih tidak mengungkapkan alasannya.
Dijelaskan Husin, survei dilakukan menyebar di lima wilayah ibu kota dan satu kabupaten di Jakarta. Sebarannya yakni di 44 kecamatan, 129 kelurahan, 256 RW, dan 514 RT. “Semua kelas ekonomi dan sosial terwakili baik PNS, swasta, pedagang, jenis kelamin, pendapatan, agama, dan lainnya, survei ini valid, usia responden dari 16 sampai di atas 60 tahun,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, anggota KPU Provinsi DKI Jakarta Aminullah mengatakan, KPU DKI akan melakukan sosialisasi secara besar-besaran mulai bulan Februari hingga Maret 2012 menggunakan semua media, mulai dari media massa seperti media cetak dan elektronik, spanduk, dan lainnya. “Sekarang juga persiapan pemutakhiran daftar pemilih oleh Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang juga akan langsung mengingatkan warga soal Pemilukada, sebab ketika didatangi, mereka secara otomatis akan tahu bahwa tahun ini ada pemilihan Gubernur DKI,” tuturnya.
Popularitas
Dalam surveinya yang dilakukan sejak 26 Desember 2011 hingga 15 Januari 2012, Puskaptis juga menghasilkan temuan bahwa nama Gubernur DKI Fauzi Bowo menduduki peringkat teratas dalam hal popularitas dan kesukaan. Popularitas pria yang akrab disapa Foke itu mencapai 93,14 persen dan kesukaan 51,52 persen.
Fauzi Bowo sangat dikenal warga Jakarta, dan mengalahkan nama lainnya, seperti Fadel Muhammad (Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan) sebesar 61,31 persen popularitas dan 33,38 persen kesukaan. Foke juga mengungguli Wakil Gubernur Prijanto yang popularitasnya sebesar 57,9 persen dan 35,52 persen kesukaan. Sementara calon gubernur Independen Faisal Basri, hanya 23 persen. “Perhitungan kami, dalam waktu lima bulan, calon lain selain Fauzi Bowo harus melakukan sosialisasi ekstrim agar popularitas menanjak, paling tidak 60 persen warga mengenalnya, parpol juga tidak akan memilih calon yang tidak dikenal warga Jakarta,” tutur Husin.
Sedangkan nama-nama bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, berdasarkan survei urutan pertama ditempati Tantowi Yahya dengan tingkat popularitas 67,38 persen. Diikuti Triwisaksana (36,93 persen), Lulung Lunggana (35 persen), Wanda Hamidah (26 persen), Boy Sadikin (17 persen), Prya Ramadhani (14 persen), Selamet Nurdin (12 persen), dan Biem Benyamin (4 persen). (sab)

