• Selamat Datang
 
  • :  
  • Kriminal
  •   :  
  • Artikel Kriminal
  •   :  
Jumat, 3 Februari 2012
Punya Istri Dua Bertetanggaan
Sepenggal Kisah Eks Anggota Kapak Merah
banjarmasinpost.co.id  
Dibaca : 679 kali     Komentar: 0

Sawahbesar, Wartakotalive.com

Siapa pun tidak ingin menjadi penjahat, tapi entahlah jalan ini yang akhirnya dilalui dan ditempuh Fadillah. Siang itu, Kamis (2/2/2012), Fadillah (29), mengenakan kaus oblong putih, dia tak mencoba menyembunyikan wajahnya ketika disorot kamera wartawan.

Dari balik kaos oblong lelaki berambut acak-acakan ini, tampak tato. Tato itu melingkar di lengan kiri dan kanannya, serta menempel di dada dan punggungnya. Tato itu, dibuat temannya tanpa dipungut biaya.

Fadillah, mengaku, kehidupannya sudah kacau sejak kecil. Dia hanya lulus sekolah dasar, dan hidup di jalanan. Usianya masih belasan saat itu. Orangtuanya, tak sanggup menyekolahkannya tinggi-tinggi, karena bekerja serabutan.

Kendati hidup kacau, urusan memikat wanita, dia cukup hebat. Bahkan, dia  memiliki dua istri. Kedua istrinya, adalah tetangganya di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Sawahbesar, Jakarta Pusat. "Kedua istri saya, dan tinggalnya berdekatan," kata Fadillah bangga kepada Warta Kota.

Istri pertamanya, Erti (26). Ia menikahi Erti tahun 2000, lantaran Erti hamil. Namun, Pernikahan mereka, hanya sebentar, karena bercerai pada 2003.  Pemicu perceraian itu, lantaran Fadillah masuk bui. Dia diringkus karena kasus perampokan. Dia merampok, dan baru keluar penjara dua tahun kemudian.

Fadillah mengaku terpaksa merampok untuk menghidupi istri-anaknya, sebab, sang istri tidak bekerja.
Ketika itu, Fadillah sedih, karena dia sudah memiliki seorang anak. "Anak saya dari istri pertama, usianya sudah 10 tahun berarti sekarang," ucap Fadillah.

Usai keluar penjara pada 2005, dia ingin memperbaiki hidupanya. Fadillah sempat bekerja di tempat catering, tetapi  keluar pada tahun 2007. Dia, keluar dari pekerjaan, karena kerap salah paham dengan bosnya, serta pekerjaannya terlalu berat, karena tak kenal waktu.

Setelah keluar, naluri kejahatannya muncul lagi, ia kemudian beraksi bersama kelompok Kapak Merah. Apes, sekitar tahun 2009, lagi-lagi dia tertangkap, karena merampok mobil di kawasan Petojo. Dia keluar penjara pada 2010.

Setelah itu, Fadillah menikah dengan tetangga lainnya, yakni LS (28) pada 2010. Dia dan LS, baru saja punya anak, pada 9 Januari lalu. Sebenarnya, menurut Fadillah, semenjak menikah dengan LS, dia sudah jarang melakukan aksi kejahatan. "Ketika kami menikah, LS tahu saya adalah jambret. Makanya, dia melarang, tapi sesekali saya masih melakukan," imbuh Fadillah.

LS, melarangnya, lantaran penghasilan Lisa sudah cukup untuk menghidupi mereka. LS, ujar Fadillah, bekerja menjadi 'mamih' alias penyalur PSK di sebuah hotel di kawasan Tanahabang. Makanya, Fadillah hanya dimintai tolong untuk jadi antar-jemput LS, dan sesekali mengantar anak buah LS ke tempat pelanggan.

Namun, usai melahirkan anak pertama mereka pada 9 Januari lalu, LS  berhenti bekerja. Sehingga tak lagi menghasilkan uang. Makanya, Fadillah pun kembali menjalani aksi kejahatannya."Soalnya kan butuh uang untuk sehari-hari," tandas Fadillah. (m2)

 

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 

Tabel Peristiwa Penjambretan

Rabu (1/2/12)

TKP          : Jalan Dwi Warna, Sawah Besar, Jakarta Pusat
Korban     : Kuswanto (22)
Pelaku     : Yudiono (32)
Modus     : Memepet korban, lalu mengambil ponsel yang dipegang. Saat itu, korban dibonceng. Namun, pelaku jatuh karena menabrak trotoar. Yudiono diringkus, sementara rekannya melarikan diri

Selasa (3/1/12)

TKP      : Lingkar Lapangan Banteng, Kecamatan Sawahbesar, Selasa (3/1/2012)
Pelaku  : Nandar (tertangkap)
Mengincar kalung emas milik seorang perempuan. Caranya, pelaku naik motor berdua dengan rekannya. Namun, gagal mengambil kalung, lalu terjatuh. Dikeroyok massa, rekannya melarikan diri.

Minggu (25/12/2011)

TKP : Jalan H Benyamin Sueb, Gunungsahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, sekitar pukul 09.30
Pelaku : EH
Korban : Verawati (20)
Saat itu, Verawati baru pulang dari Gereja Katedral, kemudian hendak kembali ke kosannya di kawasan Sunter. Saat melintas di Jalan Benyamin Sueb, dipepet. Tasnya diambil, tapi kemudian dikejar, pelaku panih, lalu terjatuh. Namun, rekan pelaku berhasil melarikan diri

Kamis (6/10/11)
1. Seorang Warga Negara India, Sarveswaran Karthikeyan (35), ia dijambret saat taksi yang ditumpanginya mogok di dekat perempatan Hotel Golden. Saat dia sedang hendak menunggu taksi, mendadak dua pelaku yang menaiki motor Honda Bebek, mendekatiknya, lalu merampas tas berisi uang tunai sebesar Rp 60 juta pun lenyap.

Selasa (11/10/11)

2. Sisilia (56), pengusaha salon asal Surabaya dijambret saat melintas di depan kantor Kementrian Agama. Saat itu, Sisilia sedang berada di dalam bajaj bersama anaknya, lalu tasnya diambil pelaku yang berboncengan motor menggunakan sepeda motor jenis bebek. Saat itu, Sisilia kehilangan uang tunai Rp 3 juta.

3. Ayu (39), PNS Kementrian Keuangan yang baru saja pulang dari membeli tiket di Gambir, juga dijambret di  depan Kementrian Agama. Pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor Kawasaki Ninja. Ponsel blackberry curve, Ipad, dan uang Rp 5 juta milikinya pun lenyap

Kamis (27/10/11)

4. Nurul Afriani, seorang pencari kerja yang baru saja selesai interview, dijambret saat baru saja turun dari bajaj di dekat kantor pos di kawasan Lapangan Banteng. Ia, kehilangan ponsel samsung galaxy.

Sabtu (5/11/11)

5. Umi Hani (45), dijambret di depan Kementrian Dalam Negeri, lalu pelaku memacu motornya kearah Masjid Istiqlal, kemudian menghilang diujung percabangan. Saat itu, sepeda motor yang membonceng Umi Hani, dipepet oleh sepeda motor kawasaki ninja yang ditumpangi dua pelaku jambret. Akibat peristiwa itu, Umi kehilangan 50 gram emas beserta suratnya.

Minggu (13/11/11)

6. Ari Muniarti (36), dijambret saat melintas di Jalan Gunung Sahari, saat hendak berbelok di perempatan Hotel Golden untuk mengarah ke Pasar Baru. Saat itu, Ari menaiki bajaj bersama dua rekan lainnya, namun kemudian sebuah sepeda motor Satria FU memepetnya, lalu pelaku yang dibonceng mengambil tasnya. Akibat peristiwa itu, ia kehilangan uang tunai Rp 40 juta dan dua buah ponsel nokia.

 
CLOSE[X]