

Bogor, Wartakotalive.com
Begundal pencuri motor, Jaenudin (21) dan Ryan (22) nyaris tewas setelah dihakimi warga setelah tertangkap basah saat berusaha mencuri motor Yamaha Mio B6179 BUT milik Ade Setiawan, yang sedang diparkir di teras rumahnya di Kampung Kebon Kopi, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis (2/2/2012) malam.
Selain menghajar kedua pelaku, warga juga sempat membakar motor Honda Supra Fit, yang digunakan kedua pelaku dalam aksinya.
Kapolsek Gunung Sindur, Kompol Oding Sopandi, mengatakan, aksi pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 22.00, yakni saat Ade tengah asik berbincang bersama beberapa rekannya di dalam rumah. Sementara motor Yamaha Mio kesayangannya, saat itu diparkir di teras rumahnya. "Saat itulah kemudian korban mendengar suara motornya, padahal kuncinya dipegang. Saat diperiksa, ternyata motornya dicuri," ujar Kompol Oding.
Mengetahui motor dibawa kabur, Ade spontan berteriak minta tolong kepada warga. Dalam sekejap, warga langsung berkerumun dan mengejar para pelaku.
"Akhirnya pelaku berhasil ditangkap warga. Warga yang kesal kemudian menghakiminya," tambah Kompol Oding. Beruntung, petugas Polsek Gunung Sindur yang mengetahui kejadian tersebut, langsung mendatangi lokasi dan mengamankan dua pelaku dari amukan warga.
"Saat kami datang, pelaku sedang dipukuli warga. Kondisinya sudah babak belur. Pelaku langsung kita amankan ke Polsek," katanya.
Warga yang emosi dengan aksi pencurian yang semakin marak terjadi, kemudian membakar motor Honda Supra Fit yang digunakan Jaenudin dan Ryan dalam aksinya. "kalau kita terlambat, mungkin dua pelaku ini juga bisa ikut dibakar warga. Soalnya warga kelihatan sangat marah," katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Imron Ermawan mengatakan, berdasarkan keterangan, diduga pelaku merupakan pelaku pencurian motor yang kerap beraksi di wilayah Gunung Sindur, Leuwiliang, Ciampea, Pamulang dan sebagian wilayah Depok.
"Pengakuannya baru lima kali beraksi, tapi ini masih sementara karena masih dalam pengembangan. Diduga mereka pemain lama yang kerap beraksi di wilayah-wilayah perbatasan," katanya. (wid)

