• Selamat Datang
 
  • :  
  • Jalan-Jalan
  •   :  
  • Event
  •   :  
Sabtu, 4 Februari 2012
Salihara Tempat Penampilan Perdana "Ghost Track" di Asia
Istimewa  
Dibaca : 379 kali     Komentar: 0

Pasarminggu, Warta Kota
 

LeineRoebana kelompok tari modern Belanda akan mendemonstrasikan karya terbaru mereka, Ghost Track, di Teater Salihara, Jalan Salihara Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Rabu dan Kamis (8-9 Februari 2012). Penampilan mereka di Teater Salihara ini merupakan penampilan pertama Ghost Track di Asia setelah pertunjukan perdananya di Belanda pada akhir tahun 2011.

Kelompok tari modern LeineRoebana didirikan oleh koreografer Andrea Leine (Belanda) dan Harijono Roebana (warga Belanda berdarah Indonesia). Sejak 1990-an, kelompok ini telah dikenal dan menempati posisi penting dalam dunia tari di Belanda.

Mereka telah beberapa kali melakukan peemntasan di Indonesia. Antara lain di Erasmus Huis Jakarta, Solo International Performing Art dan di STSI Bandung.


Menurut Humas Salihara, Melanifitri, sebenarnya pada pertengahan tahun lalu, LeineRoebana sempat mendemonstrasikan Ghost Track, di Teater Salihara dalam bentuk karya latihan. Kini mereka kembali datang ke Jakarta untuk mempertunjukan Ghost Track secara utuh.

Melanifitri juga mengemukakan, pertunjukan perdana Ghost Track di Asia ini merupakan hasil kerja sama antara Komunitas Salihara, LeineRoebana dan Anmaro Performing Arts. Mereka didukung oleh Erasmus Huis, Kerajaan Belanda, Gemeente Amsterdam, Gemeente Breda, Hivos, Tropentheater, Serta Fonds Podium Kunsten Performing Arts Fund NL.

Inspirasi gamelan


Ide karya Ghost Track berawal dari gamelan, yang bagi Leine dan Roebana memiliki karakter bunyi yang menarik dan menantang pendengaran. Kolaborasi ini kemudian melibatkan komposer Iwan Gunawan, yang memiliki akar musik tradisi Sunda dan mendalami pengetahuan musik kontemporer Barat. Dengan perpaduan ini, mereka mulai mengerjakan tata tari Ghost Track.

Melalaui karya ini mereka mencoba telusuri perbedaan yang mungkin menampak dalam gerak penari Eropa dan Indonesia. Mereka mencoba mencari jawaban atas pertanyaan, jika penari berkomunikasi dengan gerakan, apakah budaya dan latihan yang dijalani setiap penari akan memberikan bahasa gerak yang berbeda?

Hasilnya, Ghost Track menajdi sebuah eksplorasi yang dilakukan oleh dan terhadap satu sama lain dengan konsekuensi mengeksplorasi diri sendiri dan tradisi yang menyertai masing-masing individu.

Melalui kolaborasi yang telah dimulai sejak 2009 ini, para penari menemukan berbagai elemen yang saling bertaut: tradisi Indonesia terasa sangat kontemporer bagi rekan-rekannya yang berasal dari Eropa, sedangkan modernitas Eropa dapat begitu mudah diserap oleh tradisi-tradisi Indonesia.

Bagi LeineRoebana, karya ini merupakan tempat pertemuan antara Eropa dan Indonesia, yang kontemporer dan yang tradisional. Juga musik dan tari yang semua unsurnya tidak lagi bersifat saling melengkapi, melainkan berpadu dan berkelindan. (wip)

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]