

Setiabudi, Wartakotalive.com
Shinta Bachir (26) tiba-tiba menggelar jumpa pers dengan beberapa wartawan di ruang kerja Achmad Rifai, pengacaranya, di Gedung Mayapada Tower, Jalan Jenderal Sudirman Kav 28, Setiabudi, Jakarta Selatan, 19 Januari lalu. Dengan wajah sedikit ketakutan, pemain film sexy itu menuturkan bahwa dirinya baru saja diancam akan dibunuh.
Saat itu, sambil meratapi nasib dan sesekali meneteskan air matanya, Shinta mengaku sering mendapatkan kiriman pesan pendek (SMS), bahkan menerima telepon yang sangat menakutkan dan mengancam keselamatan jiwanya. Dalam SMS dan telepon itu, Shinta mengatakan diancam dibunuh oleh mantan Kapolda Metro Jaya.
Saking takutnya dengan ancaman itu, Shinta sampai berencana minta perlindungan dari polisi, dan melaporkan si pengancam lewat SMS dan telepon ke Mabes Polri. Sejak malam itu, pemain film 'Pulau Hantu 3' tersebut tak berani keluar rumah. Pegang ponsel pun, dara berbibir sensual ini tidak berani. Shinta takut akan mendapatkan ancaman serupa.
Tak main-main, Shinta mengaku, pelaku yang melakukan teror pembunuhan itu adalah pria purnawirawan polisi dengan pangkat terakhir Komisaris Polisi, alias jenderal bintang tiga. Dengan jenderal itu, Shinta pernah menjalani hubungan asmara selama dua tahun. Lebih dari itu, Shinta juga mengatakan terjadinya pernikahan siri dengan polisi tadi.
Belakangan ini, Shinta mendadak mengaku sudah menyelesaikan kasusnya itu dengan pensiunan polisi yang sudah berkeluarga tadi lewat cara kekeluargaan. "Satu hari setelah saya 'curhat' ke publik (19 Januari 2012), di keesokan harinya, beliau menelpon saya, dan mengajak bertemu untuk minta maaf," kata Shinta saat dijumpai wartawan, Sabtu (4/2).
Permintaan maaf si jenderal polisi, baik lewat SMS maupun surat tertulis, membuat Shinta 'lupa' pada ancaman pembunuhan beberapa waktu lalu. Rencana mengadukan pria paruh baya yang pernah menjadi orang nomor satu di jajaran Polda Metro Jaya itu akhirnya batal dilakukan. "Case closed! Masalah ini sudah selesai," tambah Rifai di kantornya. (kin)

