• Selamat Datang
 
  • :  
  • Kriminal
  •   :  
  • Warta Kriminal
  •   :  
Senin, 6 Februari 2012
Pilot Disusupi Mafia Narkoba
Repro Warta Kota/Agus Rijanto  
Dibaca : 235 kali     Komentar: 0

Palmerah, Wartakotalive.com

HANYA dalam waktu tiga pekan, dua orang pilot Lion Air tertangkap mengonsumsi sabu-sabu. Badan Narkotika Nasional (BNN) pun mendalami kemungkinan adanya jaringan mafia peredaran narkoba di kalangan pilot.

Mantan anggota DPR yang juga pengamat penerbangan, Alvin Lie, tegas meminta pihak berwenang melakukan tindakan demi keselamatan penerbangan. "Patut diselidiki lebih intensif tentang kemungkinan adanya jaringan peredaran narkoba di kalangan kru Lion Air," katanya.

Menurut Alvin, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan sudah dua pilot tertangkap menggunakan narkoba, Sebelumnya, seorang pilot dari maskapai penerbangan yang sama juga diseret ke pengadilan di Tangerang gara-gara kasus serupa.

Menurut dia, manajemen Lion Air harus bertanggung jawab atas kelemahan sistemnya sehingga terus-menerus kebobolan kasus narkoba di kalangan penerbangnya. "Demi menjamin keselamatan penerbangan dan juga memisahkan penerbang Lion yang bersih dari pengguna narkoba, baiknya Dirjen Perhubungan Udara mewajibkan seluruh penerbang Lion Air diuji sampel urine dan darahnya," tegas Alvin.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait berjanji akan meningkatkan pengawasan pegawainya agar kejadian serupa tidak terus terulang. "Kami prihatin dan sangat menyesalkan hal itu terjadi. Kami akan berusaha lebih keras lagi mengawasi dan mengecek seluruh karyawan agar jangan sampai ada lagi yang terlibat," katanya.

Edward menambahkan, pengawasan diberlakukan dengan melalui tes narkotika secara rutin ketika sang pilot hendak menerbangkan pesawat. Tes dilakukan secara acak dan berkala kepada setiap pilot maskapai Lion Air. "Kami juga melibatkan keluarga para karyawan untuk mengawasi karyawan kami. Ini menjadi beban kami karena adanya kasus ini dapat mengkhawatirkan keluarga yang lain yang tidak tahu persoalannya," kata Edward.

Hendak terbang

Peristiwa mengejutkan yang menohok Lion Air adalah ketika kali kedua dalam sebulan terakhir pilot dari maskapai penerbangan itu tertangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN), Sabtu (4/2) dini hari. Kali ini pilot berisinial SS dibekuk di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jawa Timur, karena mengonsumsi sabu-sabu. Sebelumnya, pada 10 Januari 2012, pilot HH dari maskapai penerbangan yang sama tertangkap di Makassar.

Menurut informasi, SS ditangkap di kamar 2109 dengan barang bukti berupa bong (alat isap—Red) berisi sabu 0,04 gram. Berdasarkan hasil tes urine diketahui SS positif menggunakan sabu.

Padahal, SS yang ditangkap pukul 03.30 itu, empat jam kemudian akan menerbangkan pesawat Lion Air dari Surabaya ke Makassar. Artinya, SS praktis tidak memiliki waktu istirahat.

Penangkapan ini merupakan pengembangan dari hasil penangkapan HH tiga pekan lalu. HH yang ditangkap oleh BNN di sebuah hotel di Makassar, mengoceh bahwa selain dia masih ada pilot lain yang melakukan tindakan serupa. Dari ocehan HH, tim BNN menggerebek kamar 2109 di Hotel Garden Palace, Surabaya, Sabtu (4/2) dini hari.

"Berdasarkan pengakuan SS ke penyidik, antara dia dan pilot HH sudah saling kenal karena sama-sama bekerja di Lion Air. Berdasarkan pengakuannya, keduanya pernah mengonsumsi narkoba bareng," kata Kepala Humas BNN, Sumirat, saat dihubungi Minggu siang.

Namun, menurut Sumirat, kapan dan di mana tempatnya dia belum tahu. Tapi SS mengakui hal itu. "Kalau sudah saling kenal tidak tertutup kemungkinan keduanya sudah sering menggunakan bersama, tapi ini sedang didalami," ucapnya.

SS yang tercatat tinggal di Serpong, Tangerang, sudah diintai sejak beberapa hari sebelumnya oleh petugas. Sebelum dibekuk, pilot yang mengaku sudah dua tahun memakai serbuk kristal bening yang memabukkan ini sempat bermain kartu dengan tiga temannya yang sama-sama pilot. "Tersangka SS awalnya main kartu di luar kamar bersama temannya. Kemudian dia masuk ke kamarnya. Enggak lama setelah itu keluar lagi dan main kartu dari jam 11 sampai 12 malam. Petugas merasa yakin di kamar SS terdapat barang bukti. Sekitar pukul 03.30, tim menggrebek kamarnya," papar Sumirat.

Setelah menggeledah, aparat penegak hukum menemukan bong dan sabu siap pakai seberat 0,04 gram. Dari hasil tes urine, SS terbukti positif mengandung zat amphetamine. Saat digrebek, SS mengaku baru mau tidur karena keesokannya harus terbang kembali pada pukul 06.00 dengan tujuan Surabaya-Makassar-Balikpapan-Surabaya.

Sedangkan tiga pilot lainnya yang turut bermain kartu bersama SS yang juga menjalani tes urine ternyata negatif menggunakan narkoba. Kamar ketiganya juga digeledah namun petugas tidak menemukan barang bukti.

Sejauh ini SS hanya dijerat sebagai pengguna narkotika dan dijerat Pasal 127 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kendati demikian petugas BNN masih mendalami penangkapan pilot yang sejak 2006 menerbangkan pesawat komersial ini, untuk memastikan yang bersangkutan terlibat jaringan narkoba internasional atau tidak.

"Yang pasti keterlibatan dia masih didalami, apakah hanya sebatas pemakai atau bukan. Kami punya waktu 3 x 24 jam," kata Sumirat.

Orang yang memasok narkoba ke HH dan SS berbeda jaringan. Kepada penyidik, SS mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari seorang bandar di Surabaya. Siapa bandar narkoba itu masih diselidiki petugas. Sedangkan HH dari bandar lainnya.

Tes urine

Anggota Komisi V DPR Saleh Husin mendesak dilakukannya tes urine secara menyeluruh terhadap semua pilot maskapai nasional tanpa terkecuali. Tidak hanya pilot Lion Air dan tidak hanya pemeriksaan acak.

"Jangan lagi tes acak seperti sebelumnya yang akhirnya masih lolos juga dan diumumkan kepada publik agar masyarakat merasa aman ketika akan bepergian dengan menggunakan maskapai penerbangan nasional," katanya di Jakarta, Minggu (5/2).

"Dan kepada perusahaan penerbangan yang pilotnya kedapatan menggunakan sabu juga diberikan peringatan keras agar mereka benar-benar mengawasi pilot-pilotnya secara menyeluruh dan saksama demi keselamatan masyarakat sebagai pengguna jasa," ujarnya.

Menurutnya, kasus terulangnya pilot yang mengonsumsi sabu sangat menakutkan dan memalukan dunia penerbangan Indonesia.

Saleh meminta Ditjen Perhubungan Udara segera mencabut lisensi pilot yang mengonsumsi sabu tersebut. "Bagi pelaku, ini merupakan pelanggaran yang tiada ampun lagi karena bukan saja membahayakan nyawa penumpang, melainkan hal ini sudah pernah terjadi pada pilot yang lain sebelumnya," ujarnya. (sab/ded)

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]