
Bekasi, Wartakotalive.com
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi berencana membangun tiga unit water treatment plan baru tahun 2012 untuk memasok kebutuhan air bersih dan memperluas cakupanan layanan.
Hingga kemarin, daftar tunggu calon pelanggan sudah mencapai 71.000 kepala keluarga (KK).
Wahyu Prihantono, Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, mengatakan, tiga unit water treatment plan itu rencananya akan dibangun di Cikarang Barat, Tambelang, dan Cikarang Selatan.
"Sumber dananya dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Nilainya sekitar Rp 40 miliar," katanya akhir pekan lalu.
Menurut Wahyu, ketiga unit water treatment plan itu akan memiliki kapasitas produksi masing-masing 50 meter kubik per detik. Ketiga unit water treatment plan itu diharapkan dapat melayani 20.000 sambungan baru. Untuk keperluan itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengalokasi dana pendamping dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 9 miliar.
Dikatakan Wahyu, selain dana pendamping itu Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun ini akan mengalokasikan anggaran pipanisasi sebesar Rp 15 miliar untuk membangun jaringan dan memperluas cakupan pelanggan.
"Rencana kerja kami menargetkan 12.500 sambungan baru diluar pipanisasi oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi itu," kata Wahyu.
Perusahaan daerah yang sahamnya dimiliki Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi itu masih kewalahan melayani permintaan masyarakat. Hingga kemarin, jumlah daftar tunggu calon pelanggan sudah mencapai 71.000 kepala keluarga.
"Itu baru di wilayah Kabupaten Bekasi, belum termasuk di wilayah Kota Bekasi," kata Wahyu.
Wahyu mengatakan, belum bisa memastikan kapan para calon pelanggan baru itu akan terlayani semua kebutuhannya terhadap air bersih. Wahyu mengakui adanya keterbatasan dalam proses produksi air bersih itu.
Saat ini, dari 10 unit instalasi pengolahan air bersih milik PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi baru mampu memproduksi air bersih 2.060 liter per detik.
Dari volume itu, baru terlayani sekitar 154.000 sambungan dari lebih kurang 6 juta jiwa pendududuk Kota dan Kabupaten Bekasi yang sudah bisa terlayani.
Selain faktor produksi air bersih yang terbatas, jaringan pipanisasi yang ada saat ini juga baru sampai ke beberapa wilayah kecamatan saja.
"Perlu dana besar untuk membangun instalasi pengolahan air, termasuk membangun jaringan pipanisasi itu," kata Wahyu. (chi)

