

Mampangprapatan, Wartakotalive.com
Panji Adhikumoro Trihatmodjo (25), cucu mendiang presiden kedua RI Soeharto, dilaporkan ke Polsektro Mampangprapatan, Jakarta Selatan, lantaran melukai tamu "Blowfish Kitchen and Bar".
Anak Bambang Trihatmodjo tersebut dituduh melempar gelas sehingga menyebabkan Andhika Mahatidana (24), karyawan bank di Sukabumi, Jawa Barat, terluka pada pelipisnya. Andhika harus menjalani perawatan di rumah sakit karena lukanya mesti dijahit.
Penampilan garang Panji itu berbeda dengan kesehariannya yang kalem, tidak jauh berbeda dengan ayahnya, Bambang Tri. Panji dikenal tidak banyak bicara dan terkesan cukup berwibawa serta perlente.
Namun, diduga karena pengaruh alkohol, penampilan Panji di 'Blowfish Kitchen and Bar' di City Plaza, Wisma Mulia, Jalan Gatot Subroto 42, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, itu mengagetkan para pengunjung. Kejadian pelemparan gelas kecil, yang biasa dipakai minum whisky, oleh Pandji itu telah melukai Andhika.
Andhika yang ditemui wartawan di rumahnya di Jalan Mesjid Al-Barkah, kawasan Cireundeu, Tangerang Selatan, Senin (6/2), menuturkan bahwa pemukulan tersebut terjadi pada 22 Januari lalu. Saat itu ia sedang berkumpul dengan sejumlah temannya di Blowfish. Oleh salah seorang temannya, ia diperkenalkan kepada Panji yang tampil perlente.
Teman Andhika ketika itu sedang duduk satu meja dengan Panji. Tidak lama berselang, setelah berkenalan dan saat sedang mengobrol satu sama lain, tiba-tiba putra kedua Bambang Trihatmodjo dan Halimah Agustina Kamil itu melemparkan gelas kecil (sloki) hingga mengenai wajah Andhika. "Gue dilempar," tutur Andhika.
Sudah lebih dari dua minggu kejadian tersebut berlalu, namun Andhika mengaku tidak tahu alasan Panji melemparnya dengan gelas. "Saya malah bingung pas tahu dilempar. Baru kenal lho sama dia. Atau dia (Panji) yang salah melempar," ujar pegawai bank swasta di Jakarta ini.
Ketika kejadian itu, tidak terdengar caci-maki ataupun sikap emosi dari Panji. Tak lama setelah aksi lempar gelas tadi, Andhika masih tenang. Namun, teman-teman Andhika kemudian panik. "Mereka panik waktu lihat ada banyak darah yang mengucur deras di bagian mata kiri saya," ujar Andhika, yang kemudian juga kaget melihat darah.
Sejumlah teman Andhika kemudian memberi pertolongan dengan membawanya ke Sahid Sahirman Memorial Hospital, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Di unit gawat darurat RS tersebut, Andhika menerima jahitan pada pelipis kirinya. "Ada lima jahitan di pelipis kiri," kata Andhika, yang hingga kemarin masih menutupi lukanya itu dengan perban putih.
Andhika mengaku masih bingung dengan aksi pelemparan gelas yang dilakukan Panji itu. Sambil mengingat-ingat peristiwa tersebut, cowok asal Sukabumi, Jawa Barat, tersebut hanya bisa menduga-duga, pelemparan gelas itu terjadi ketika dia berusaha mengabadikan momen bersama teman-temannya. Andhika mengatakan, kemungkinan Panji tak senang melihat cahaya lampu kamera.
"Foto pertama gagal dan blur. Lalu foto lagi yang kedua. Saat itu, Panji tetap ada di depan saya," kata Andhika, yang saat kejadian itu sempat juga melihat ada perempuan berada di dekat Panji.
"Mungkin lampu kamera terus menyala dan mengganggu. Atau Panji enggak mau ada yang colong-colong wajahnya," imbuhnya.
Diduga kilatan cahaya dari kamera handphone milik Andhika mengenai wajah Panji. Seketika itu Panji naik pitam. Dia merasa Andhika mengambil fotonya. Panji bangkit dari tempat duduknya lalu melempar gelas.
Pengobatan saja
Seorang temannya yang ketika itu menemani Andhika menyatakan, Panji sempat sewot dan mengaku sedang mabuk ketika melempar gelas tadi dan mengenai wajah Andhika. "Dia (Panji) mengaku sedang mabuk. Dia bilang, 'I'am drunk'. Tapi bilangnya lewat telepon ke teman saya," cerita Andhika. Sebelum dibawa ke RS, Andhika sempat minta maaf kepada Panji.
Begitu lukanya selesai dijahit, Andhika membuat visum dan mengadukan Panji ke Polsektro Mampangprapatan. Lantaran kasusnya melibatkan Panji, polisi melimpahkan perkara tersebut ke Polrestro Jakarta Selatan.
Sepupu Andhika, Guna Malik, saat ditemui di Cireundeu mengatakan, keluarga menunggu iktikad baik dari Panji, tetapi sampai kemarin belum ada kabarnya.
"Panji-nya sendiri selang beberapa hari langsung ke Amerika. Enggak tahu ngapain, sampai detik ini enggak ada beritanya lagi," kata Guna.
Diakui Guna, keluarga Panji sempat menghubungi dia untuk upaya damai. Paman Panji pun sempat berupaya untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, Panji tak juga menunjukkan niat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hingga akhirnya keluarga sepakat untuk membuka masalah itu ke media massa dan menempuh jalur hukum.
"Kami sebenarnya pengin pertanggungjawaban saja, pengobatan saja deh. Apalagi dia kan latar belakangnya kita tahu siapa, jangan karena dia siapa bisa seenaknya," ungkap Guna.
Guna mengaku kecewa karena tidak ada iktikad baik, apalagi permintaan maaf. "Enggak ngerti lah mereka lihat kami ini siapa. Kami punya hak. Anak saya juga manusia," lanjut ibunda Andhika, Luciana.
Belum dipanggil
Hingga berita ini diturunkan, Warta Kota belum berhasil menghubungi Panji untuk meminta konfirmasi mengenai kasus tersebut. Saat Panji dihubungi melalui telepon genggamnya, terdengar nada sambung, namun dimatikan. Tiga kali dihubungi, Panji tetap tak menjawab. Bahkan ketika dihubungi untuk keempat kalinya, telepon tersebut tidak aktif lagi.
Pengacara kondang Juan Felix Tampubolon, yang merupakan kuasa hukum Bambang Trihatmodjo, menyatakan tidak mengetahui perihal kejadian yang dialami putra kedua kliennya itu. "Kapan kejadiannya? Wah, saya belum dapat kabar apa-apa soal itu," katanya saat dihubungi kemarin.
Sedangkan Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Budi Irawan membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan penganiayaan yang dilakukan Panji Bambang Trihatmodjo dan saat ini sedang ditangani oleh penyidik.
"Saya sudah baca dan bersama tim penyidik di polres masih akan memeriksa semua keterangan yang masuk. Sampai saat ini baik pelapor maupun terlapor belum dipanggil. Keterangan yang sudah ada, sesuai laporan, masih kami dalami. Soal saksi, ya keterangan dari saksi juga masih akan dikroscek lagi dengan keterangan lainnya sesuai laporan yang ada. Jadi, ya masih dalam penyelidikan," kata Budi. (kin/cel/vin)

