• Selamat Datang
 
  • :  
  • Bisnis
  •   :  
  • Warta Bisnis
  •   :  
Selasa, 7 Februari 2012
Kurs Rupiah Pagi Melemah 8 Poin
Kompas.com/Shutterstock  
Dibaca : 147 kali     Komentar: 0

Palmerah, Wartakotalive.com

Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Selasa (7/2) pagi kembali bergerak melemah delapan poin dipicu masih khawatirnya pelaku pasar terhadap kesepakatan Yunani dan kreditur.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Selasa pagi bergerak melemah delapan poin ke posisi Rp 8.983 dibanding sebelumnya Rp 8.975 per dolar AS.

"Investor mengkawatirkan gagalnya kesepakatan antara Yunani dengan krediturnya. Hal itu membuat dolar AS menguat," kata analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, Yunani tengah diujung tanduk. Kesepakatan baik dengan the Troika (Bank Sentral Eropa/ECB, dana moneter internasional/IMF, dan Uni Eropa/UE) dan kreditur internasional belum selesai.

"Yunani belum setujui target-target fiskal baru yang menjadi syarat untuk pencairan dana talangan senilai total 130 miliar euro. Kendati sebelumnya PM Yunani mensinyalkan akan persetujuan parlemen, tetapi tampaknya persyaratan tersebut sangat berat untuk ekonomi Yunani," kata dia.

Ia mengatakan, pemimpin Jerman dan Perancis menunjukkan ketidaksukaan terhadap lambatnya penyelesaian Yunani itu.

Persyaratan fiskal baru termasuk diantaranya pemangkasan upah minimum menjadi sedikitnya 600 euro per bulan dan bonus sehingga defisit anggaran bisa berkurang sebesar 1,5 persen dari PDB, tetapi ekonomi akan semakin resesi.

"Defisit anggaran Yunani masih sekitar 10 persen dari PDB dan pertumbuhan ekonomi minus enam persen. Akibat kemungkinan gagalnya kesepkatan ini euro melemah terhadap dolar AS," katanya.

Analis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menambahkan, penguatan dolar AS menekan harga beberapa komoditi yang dinilai dalam kurs dolar AS seperti emas, minyak mentah, dan perak.

"Mata uang lainnya seperti euro, sterling, frank Swiss, yen dan aussie juga mengalami pelemahan terhadap dollar AS," kata dia.

Ia menambahkan, krisis Eropa masih menjadi ancaman bagi pelambatan pertumbuhan global. Eropa masih belum mendapatkan titik temu dengan Yunani.

"Eropa masih menolak memberikan dana bailout kedua kepada Yunani. Mereka meminta jaminan dari Yunani untuk menjalankan program reformasi ekonominya dengan baik. Pertemuan lanjutan pejabat zona euro dengan Yunani akan diselenggarakan pada Hari Rabu ini," kata dia seperti dikutip Antara.
 

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]