

London, Wartakotalive.com
Manchester United (MU) memperlihatkan kualitas, pengalaman, dan mental juara dengan menyamakan skor jadi 3-3 saat dijamu Chelsea pada kompetisi Liga Primer Inggris di Stamford Birdge, London, Senin (6/2).
Striker MU Wayne Rooney menilai, keberhasilan mengejar ketertinggalan itu menjadi acuan timnya untuk merebut posisi puncak dari Manchester City. Dia sendiri mengemas dua gol melalui tendangan penalti pada laga tersebut.
Meski Setan Merah—julukan MU—tertinggal dua poin dari City, Rooney optimistis timnya bisa membalikkan situasi. City memuncaki klasemen Liga Primer Inggris dengan 57 poin.
Pada pertandingan di pekan ke-24 itu, MU sempat tertinggal 0-3 dari tuan rumah Chelsea. Awalnya, pada menit ke-36 bek MU Johny Evans melakukan bunuh diri.
Gol ini berawal dari tusukan striker Chelsea Daniel Sturridge ke sisi kiri pertahanan MU. Tendangan Sturridge ditepis kiper MU David de Gea. Namun, bola yang ditepis de Gea justru membentur badan Evans sehingga masuk ke gawang.
Ketika babak kedua baru memasuki menit ke-5, Chelsea sudah menambah dua gol lagi, yakni lewat tendangan Juan Mata dan sundulan David Luiz.
Namun, Setan Merah tidak menyerah begitu saja. Pasukan polesan Sir Alex Ferguson ini bagai mendapat angin kedua ketika mendapatkan dua penalti dari wasit Howard Webb.
Rooney sukses menjadi algojo penalti, sehingga MU memperkecil ketertinggalan jadi 2-3.
Dan, akhirnya MU terhindar dari kekalahan setelah Javier Hernandez mencetak gol pada menit ke-84, memanfaatkan umpan lambung dari Ryan Giggs.
Kecewa
Pelatih Chelsea Andre Villas-Boas kecewa dengan hasil tersebut. Sebab, perolehan tiga angka akan memantapkan posisi mereka di zona empat besar.
The Blues atau Si Biru, julukan Chelsea, mengumpulkan 43 poin, terpaut satu angka dari peringkat kelima, Newcastle.
Villas-Boas menilai wasit Howard Webb melakukan kesalahan besar seperti yang dilakukan Phil Dowd ketika mereka kalah 1-3 di Old Trafford pada awal musim. (eko)

