• Selamat Datang
 
  • :  
  • Kriminal
  •   :  
  • Warta Kriminal
  •   :  
Selasa, 7 Februari 2012
Pejabat Ditlantas Diperiksa
Warta Kota/Ichwan Chasani  
Dibaca : 253 kali     Komentar: 0

Semanggi, Wartakotalive.com

BUNTUT laporan Brigadir EDN (30) dan Briptu MY (35) atas penganiayaan yang dilakukan Kepala Bagian Pembinaan Operasional (Kabag Bin Ops) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Bonaparte Silalahi, membuat mantan Kasat Lantas Polrestro Jakarta Utara itu akan diproses secara pidana dan diperiksa terkait dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik.

Atas kasus tersebut, Kepala Bidang humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, ketika dikonfirmasi, Senin (6/2), mengatakan bahwa yang bersangkutan tengah menjalani proses pemeriksaan di Propam Polda Metro.

Dijelaskan Rikwanto, pemeriksaan yang dilakukan Propam terhadap Bonaparte sampai sekarang masih berjalan dan belum diketahui hasilnya. Namun, katanya, biasanya pemeriksaan akan berkembang untuk mencari tahu apakah Bonaparte pernah melakukan hal serupa sebelum-sebelumnya.

"Seperti ada informasi yang mengatakan Bonaparte diduga pernah melakukan pemukulan di Bekasi. Tentu nanti di pemeriksaan akan ditanyakan juga soal itu," kata mantan Wakil Kepala Polsek Metro Tamansari ini.

Rikwanto belum dapat menyebutkan sanksi disiplin dan kode etik apa yang tepat buat Bonaparte. "Untuk sanksi, tunggu hasil pemeriksaan, bisa disiplin dan lain-lain," katanya.

Seperti diberitakan, Bonaparte, dilaporkan oleh dua anak buahnya, DN dan MY dengan tuduhan melakukan penganiayaan. Kedua anggota Penegakan Pengaturan (Gatur) Ditlantas Polda Metro, itu menderita luka memar di bagian pipi karena ditonjok oleh Bonaparte.

Peristiwa itu terjadi di kolong jembatan Semanggi, Kamis (2/2), siang, namun baru dilaporkannya Jumat (3/2). Kejadian itu diduga akibat salah paham antara Bonaparte dengan kedua anggota Gatur Ditlantas Polda Mero Jaya itu. Ketika itu Bonaparte memanggil EDN dan MY, namun kedua polantas yang berada di kolong jembatan Semanggi, itu malah bergegas pergi. Hingga akhirnya Bonaparte menegur dan bersikap keras kepada keduanya. (ded)
 

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]