• Selamat Datang
 
  • :  
  • Sudut Kota
  •   :  
  • Denyut Kota
  •   :  
Selasa, 7 Februari 2012
Mesin Pres Sampah Rp 1,6 M Terbengkalai
Warta Kota/Celestinus Trias HP  
Dibaca : 374 kali     Komentar: 0

Pesanggrahan, Wartakotalive.com

Sebanyak delapan mesin Pres dan penghancur sampah milik Dinas Kebersihan DKI Jakarta belum dioperasikan. Semua mesin yang dibeli seharga Rp 1,6 miliar itu dibiarkan teronggok di semak-semak dan mulai berkarat di Asrama Pesanggrahan Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Jalan Bintaro Puspita, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Dari pantauan dan informasi yang diperoleh Warta Kota, mesin Pres dan penghancur sampah bercat kuning tersebut tidak ditutupi terpal atau sejenisnya. Beberapa bagian mesin sudah mulai berkarat.

Seorang petugas di Asrama Pesanggrahan mengungkapkan bahwa sebelum mesin-mesin penghancur dan pres sampah itu dibawa ke lokasi saat ini, sudah lebih dahulu berada di kantor Dinas Kebersihan DKI sejak setahun lalu. “Ya, sudah begini saja meletakkannya. Mau diapain lagi, karena memang belum dioperasikan. Yang saya tahu, mesin ini butuh listrik besar untuk menggerakkannya. Belum ada kabar lagi sih kapan mau dipakai. Yang jelas, di sini sudah hampir sebulan lebih, kalau di dinas kabarnya sudah hampir setahun,” kata petugas jaga yang enggan menyebutkan namanya.

Mesin yang mampu menampung kurang lebih 30 meter kubik untuk satu kali pengepresan dan penghancuran itu butuh tenaga penggerak listrik sebesar 5.000 watt. Semua mesin tersebut akan digunakan untuk mengepres dan menghancurkan sampah sebanyak 200 ton per hari.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Baruna, membenarkan ada sejumlah mesin Pres sampah yang berfungsi memadatkan sampah di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Mesin penekan sampah ini akan dioperasikan menjadi pengolah sampah untuk kawasan Jakarta Selatan. “Iya benar, itu mesin Pres akan kita operasikan tahun ini, namun gedung hanggar untuk pengolahan sampahnya belum jadi,” ujar Eko saat dihubungi Warta Kota, Senin (6/2). Dijelaskannya, program pembangunan pengolahan sampah tersebut merupakan proyek kerjasama Dinas Kebersihan DKI Jakarta bersama Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.

Dituturkan Eko, anggaran untuk pembangunan hanggar (tempat pengolahan sampah) Rp 3,5 miliar dari Kementerian PU. “Pemprov DKI menganggarkan peralatan, baru mesin Pres, harganya Rp 200 jutaan per unit, nanti juga ada mesin pengayak, mesin cacah, dan sebagainya,” ujarnya lagi. Pihaknya berharap Kementerian PU bisa segera mempercepat pembangunan hanggar. Jika sesuai jadwal, maka pengoperasian pengolahan sampah bisa dilakukan pada akhir 2012 ini.

Butuh listrik

Selain menunggu hanggar, pihaknya juga menunggu penambahan daya dari PLN. Pasalnya mesin Pres tersebut membutuhkan daya 5.000 watt untuk beroperasi. “Listrik itu bisa cepat, tapi yang penting hanggarnya,” tutur Eko.

Dikatakannya, mesin-mesin itu bukan terbengkalai, namun hanya diletakkan di tanah milik Pemprov DKI. Jika beroperasi, pengolahan sampah ini bisa mengolah 200 hingga 300 ton sampah sehari dan akan dibuat menjadi semacam briket yang bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak.

“Kita memang menginginkan penyebaran pengolahan sampah di Jakarta, jadi sebagian sampah di Jakarta Selatan diolah disana, pengolahan ini namanya Depo Plus, tapi memang secara bertahap, tidak bisa sekaligus karena anggaran kita terbatas, di Jakarta Barat juga ada, di Pegadungan,” tuturnya. Seperti diketahui, sampah di Ibukota mencapai 6.000 ton per hari. Dinas Kebersihan juga tengah mempersiapkan pembangunan pengolahan sampah terpadu yakni Intermediate Treatment Facilities (ITF) di Sunter, Jakarta Utara tahun ini. (cel/sab)
 

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]