• Selamat Datang
 
  • :  
  • Kriminal
  •   :  
  • Warta Kriminal
  •   :  
Selasa, 7 Februari 2012
Pengangguran Tewas Dibunuh
istimewa  
Dibaca : 287 kali     Komentar: 0

Tambora, Wartakotalive.com

SEORANG pemuda, Muhammad Hakiki (19), ditemukan sekarat bersimbah darah di sebuah bangunan yang tengah direnovasi di Gang Agung, Jalan Jembatan Besi VIII RT 09/09, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Senin (6/2) dinihari. Hakiki yang sekarat akhirnya tewas setelah diserang seseorang bersenjata tajam.

Hakiki yang warga Tangerang itu mengalami enam luka terbuka di tubuhnya. Satu luka di lengan kanannya, satu luka di dada kiri, dua luka di bagian perut, dan dua luka di pinggang belakang.

Hakiki yang pengangguran pun meregang nyawa meski telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Keterangan yang dihimpun Warta Kota, Hakiki yang sudah bersimbah darah kali pertama diketahui oleh seorang temannya, Aldi (19) sekitar pukul 01.00.

Aldi menuturkan, sebelum mendapati Hakiki tewas, Hakiki bertemu dengan temannya yang berinisial Ek. Waktu itu, lanjut Aldi, ia dan tiga temannya baru saja menyaksikan pertandingan sepakbola di televisi di sebuah warung tidak jauh dari lokasi Hakiki dihabisi.

"Usai babak pertama, tiba-tiba muncul Ek yang saat itu dalam keadaan mabuk. Bicaranya ngawur," kata Aldi. Tidak senang dengan ocehan Ek, tiga teman Aldi pergi meninggalkan warung. Tinggallah Aldi bersama dengan Ek. Pada saat itu, ungkap Aldi, Hakiki sedang tidur di bangunan renovasi itu. Ek mengaku ingin bertemu dengan Hakiki. "Enggak lama setelah itu, Ek meminta saya untuk membeli nasi uduk. Saya pun pergi," kata Aldi.

Sampai akhirnya, Aldi kembali lagi karena warung yang menjual nasi uduk, tutup. "Waktu saya balik, saya enggak melihat Ek. Lalu saya mengecek Hakiki yang sedang tidur. Saya kaget karena Hakiki sudah sekarat," ujar Aldi.

Mengetahui itu, Aldi pun memberitahu dan meminta bantuan warga sekitar. Aldi juga mengabari soal Hakiki ke teman-temannya. Maryanto, salah satunya, mengaku melihat luka-luka yang ada di tubuh Hakiki. Lalu, Maryanto, Aldi, dan beberapa teman lainnya membawa Hakiki yang sekarat ke RSUD Tarakan. "Empat jam ditangani, tapi nyawa Hakiki enggak ketolong," kata Maryanto.

Sebut Ek

Maryanto menuturkan, di tengah perjalanan mengantar Hakiki ke RSUD Tarakan, Hakiki menyebutkan nama Ek. yang diduga orang yang menghabisi Hakiki.

Maryanto mengungkapkan, Hakiki dan Ek sudah saling mengenal sejak keduanya masuk sel tahanan khusus laki-laki di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, beberapa tahun silam, karena kasus pencurian. "Keduanya memang sudah lama bermusuhan. Sampai keduanya keluar sel pun mereka selalu cekcok,' kata Maryanto.

Kapolsektro Tambora, Komisaris Donni Eka Putra, menuturkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. "Kami sudah mengantongi beberapa nama. Dari info sementara yang kami dapat, pelaku diduga adalah seorang mantan napi. Korban dibunuh dengan benda tajam, tapi belum diketahui detail senjatanya," ujar Donni.

Jarang pulang

Sementara itu ibunda Hakiki, Ningsih (35), terduduk sedih di ruang tunggu kamar jenazah RS Cipto Mangunkusumo.

Hakiki adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ningsih yang mengenakan calana jins dan baju biru, terus menyandarkan kepalanya di kursi. Ditemani beberapa kerabatnya, Ningsih terus meneteskan air mata.

Kakak Ningsih, Endang (40), menjelaskan, kondisi keluarga adiknya itu memang tak begitu baik. Ningsih, bercerai dengan suami pertamanya. Kemudian Ningsih menikah dengan dengan Abdul. Dengan Abdul, Ningsih belum dikaruniai anak.

Endang mengakui bahwa Ningsih tinggal di Poris, Tangerang, tapi Hakiki, jarang sekali pulang ke Tangerang. "Dia lebih sering tinggal di rumah saya, Jembatan Besi," kata Endang.

Sebenarnya, kata Endang, Ningsih Senin (6/2) akan mengantarkan baju Hakiki ke Jembatan Besi. "Tapi baju yang dibawa ibunya dalam perjalanan ke Jembatan Besi itu enggak bisa dipakai Hakiki. Karena Hakiki sudah kena musibah," kata Endang. Waktu itu, ibunya Hakiki tengah berada di Stasiun Duri dalam perjalanan ke Jembatan Besi. (kar/m2)
 

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]