

Kebayoran Baru, Wartakotalive.com
Kasus perselisihan Bernaldi Kadir Djemat dengan Zumi Zola (Bupati Tanjungjabung Timur, Jambi) kian memanas. Apalagi setelah Bernaldi alias Aldi ditetapkan sebagai tersangka dan segera ditahan. Hal itu membuat emosinya memuncak.
Ia pun nekat dan bertindak brutal dengan membeberkan foto-foto telanjang istrinya sendiri, Peni Farnita Saputri, yang dituduhnya telah berselingkuh dengan Zumi Zola.
Melalui kuasa hukumnya, Aldi memperlihatkan beberapa bukti berupa foto-foto Peni dan Zumi Zola di hadapan wartawan di Mapolrestro Jakarta Selatan, Selasa (7/2). Ada 13 foto yang dipertontonkan kuasa hukum Aldi, Humphrey R Djemat dan rekan.
Dari ke-13 foto itu, terdapat 4 buah foto porno, di mana tiga di antaranya memperlihatkan bagian tubuh Peni mulai dari muka hingga bagian dada tanpa tertutup sehelai benang pun. Sedangkan dalam satu foto lagi terlihat tubuh seorang pria bertelanjang dada, dari bagian dagu ke bawah sampai bagian pinggang.
Menurut Humphrey, sekitar 170 foto berhasil ditarik Aldi dari BlackBerry milik Peni. Penyitaan HP Peni dilakukan ketika pertama kali Aldi memergoki sang istri tengah melakukan obrolan singkat melalui BlackBerry messenger (BBM) dengan Zumi Zola. "Ada 170 foto, di mana 30 foto di antaranya adalah foto porno," ujar Humphrey.
Kenekatan pihak Aldi membeberkan barang bukti foto tersebut dikarenakan kesal setelah Aldi ditetapkan sebagai tersangka. Aldi memang dilaporkan ke polisi dalam dua kasus.
Laporan pertama adalah tentang perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Aldi terhadap Rudi, sekretaris ibunda Peni. Laporan Rudi dilakukan pada Oktober 2011. Laporan kedua adalah laporan dari Zumi Zola pada Desember 2012 dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan. Aldi dituduh telah mendatangi dan berteriak-teriak di depan rumah Zumi.
Selain itu Aldi juga dilaporkan Zumi ke Polrestro Jakarta Selatan atas tuduhan pengancaman, di mana Zumi mengaku mendapat ancaman fisik saat bertemu Aldi di Hotel Darmawangsa.
Untuk kasus pertama dengan Rudi, Aldi telah dinyatakan sebagai tersangka. "Sekarang 99 persen Aldi akan ditahan hari ini (kemarin—Red). Suratnya sudah ada," kata Johnson Panjaitan, kuasa hukum Aldi lainnya.
Sebaliknya, Aldi juga sudah melaporkan Zumi Zola ke Polda Metro Jaya atas tuduhan perselingkuhan dan perzinaan dengan istri Aldi, Peni Fernita.
Pertemuan
Kubu Aldi merasa kasus ini dipermainkan. Menurut Humphrey, pihaknya mendapat perintah untuk mencabut laporan atas Zumi dalam kasus tuduhan perzinaan. Bila laporan tidak dicabut maka Aldi akan dipenjarakan. "Ini jadi seperti ditukar-tukar. Bila kami mencabut, maka Aldi tidak akan dipenjara. Kok begitu," ujar Humphrey.
Kuasa hukum Aldi mencurigai proses terhadap kliennya dalam kasus dengan Rudi dipercepat setelah Aldi melaporkan Zumi ke polisi. "Setelah laporan tersebut, proses Aldi menjadi tersangka begitu cepat. Sedangkan laporan Aldi sampai saat ini belum diproses," tutur Humphrey.
Ia menduga hal itu ada hubungannya dengan pertemuan ayah Zumi Zola dengan Kapolda Metro Jaya. "Kemarin, Senin (6/2), ayah Zumi datang menemui Kapolda Metro Jaya di polda. Kami tidak tahu apa yang dibicarakan," ujar Humphrey.
Pihak Aldi mengaku mengetahui adanya pertemuan itu dari sebuah sumber yang tak mau disebutkannya. "Dari sumber yang sangat-sangat dipercayai. Pokoknya A1-lah infonya," kata Husni Madri selaku paman Aldi.
Meski tidak mengetahui agenda pertemuan ayah Zumi dengan kapolda, Humphrey meyakini hal tersebut berhubungan dengan kasus yang tengah menimpa Aldi dan Zumi.
Secara tegas, Humphrey mengatakan pihaknya tidak akan mundur dalam kasus ini. Pihaknya pun memberikan semangat kepada Aldi untuk meneruskan kasus ini dengan menerima semua konsekuensi yang ada, termasuk ditahan.
"Kami sudah dizalimi, tapi masih saja diperlakukan seperti ini. Secara tegas, kami nyatakan bahwa kami tidak akan mundur. Aldi sudah siap menerima segala risiko apa pun. Dan kami akan terus maju dengan tindakan brutal," ujar Humphrey.
Tindakan brutal yang dimaksud antara lain dengan memperlihatkan bukti foto-foto porno di hadapan wartawan. "Mau apa lagi mereka? Keduanya baik Peni maupun pejabat itu sudah mengakui perbuatannya tersebut. Biarkan kami buka semuanya, biar masyarakat dan orang-orang di Jambi tahu bagaimana pemimpin mereka," kata Johson Panjaitan. (vin)

