

Indramayu, Wartakotalive.com
Gelombang laut di perairan utara Indramayu masih sekikitar empat meter cukup membahayakan bagi nelayan tradisional untuk melaut.
Seperti dilansir Antara, sekitar tiga pekan ribuan nelayan di Pantura Indramayu berhenti melaut akibat perubahan angin timur ke barat yang menyebabkan gelombang tinggi disertai angin kencang, pesisir laut utara dinyatakan berbahaya oleh Administratur Pelabuhan setempat.
Rohadi salah seorang nelayan di Karangsong Kabupaten Indramayu, kepada wartawan di Indramayu Rabu (8/2) mengatakan, gelombang di pesisir utara masih cukup tinggi sehingga membahayakan keselamatan nelayan jika memaksakan melaut.
Ia menambahkan, sekitar tiga pekan ribuan nelayan di Pantura Indramayu berhenti melaut karena kondisi perairan masih belum aman untuk mencari ikan, terpaksa menunggu cuaca normal, sebagian nelayan memilih usaha lain supaya kebutuhan hidup mereka terpenuhi.
Masnawi nelayan lain di Pantura Indramayu menuturkan, gelombang di pesisir utara laut Jawa masih tinggi ditambah angin kencang, nelayan tradisional hingga kini belum berani melaut diperkirakan kondisi cuaca satu bulan kedepan masih belum stabil.
Sementara itu jalur pelayaran menuju tempat wisata pulau Biawak dan Rakit di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat masih dinyatakan belum aman bagi mereka yang akan menuju ketempat tersebut karena gelombang tinggi disertai angin kencang terus melanda perairan utara laut Jawa.
Sejak perubahan angin timur ke. Barat perairan utara laut Jawa di pantai Indramayu cukup membahayakan jalur pelayaran karena tinggi gelombang mencapai enam meter ditengah laut, sedangkan dipesisir sekitar empat meter.
Dedy Aryanto mangere Tempat Pelelangan ikan di Glayem Indramayu menuturkan, gelombang tinggi dan angin kencang masih terjadi di perairan utara laut Jawa, sehingga membahayakan nelayan tradisional.

