
Bogor, Wartakotalive.com
MAKAM Ganda Gunawan (19), yang berlokasi di Desa Kayumanis RT 3/4, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, dibongkar oleh petugas gabungan Polsek Bogor Barat dan Polres Bogor Kota, Selasa (7/2) siang.
Makam tersebut dibongkar, karena polisi curiga korban meninggal karena dianiaya. Pemeriksaan jenazah korban dilakukan tim dokter forensik RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
Kasus dugaan penganiayaan yang dialami Ganda Gunawan sudah dilaporkan pihak keluarga ke Polsek Bogor Barat. Polisi sudah memeriksa JK (50), seorang pegawai negeri sipil (PNS) di sebuah kesatuan TNI, yang dicurigai sebagai pelaku penganiayaan tersebut.
"Kasus dugaan penganiayaan sudah dilaporkan ke kami. Kami sudah memeriksa tiga saksi yang melihat kejadian itu dan juga memeriksa terlapor dan statusnya sudah ditetapkan menjadi tersangka," ujar Kapolsek Bogor Barat Kompol Hida TJ di sela-sela proses pembongkaran makam korban.
Kapolsek menjelaskan, pembongkaran makam korban untuk mengetahui penyebab kematian korban. "Ada saksi yang melihat korban dianiaya pelaku di rumahnya," katanya.
Oleh karena itu, untuk membuktikan penyebab kematian korban, pihaknya perlu untuk membongkar kembali makam korban dan melakukan otopsi.
"Hasil otopsi akan membuktikan apakah ada luka dalam di tubuh korban yang menyebabkan korban meninggal dunia," ujarnya.
Ganda Gunawan yang tinggal bersama kakeknya di Kampung Salabenda Got RT 02/08, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, meninggal dunia Minggu (23/1). Ganda wafat selang sehari setelah dirinya diduga dianiaya JK, yang juga tetangganya.
Sejumlah saksi mata menyebutkan, aksi penganiayaan terjadi di rumah JK, pada Sabtu (22/1). Penganiayaan ini diperkirakan ada kaitannya dengan kejadian sehari sebelumnya, yakni saat Ganda mengendarai sepeda motor dan menyenggol mertua perempuan JK.
Ganda kemudian dipanggil JK ke rumahnya. "Pulang dari rumah JK, kondisi keponakan saya langsung drop. Badannya panas dan sempat muntah-muntah," kata Shila (45), tante Ganda. (wid)

