• Selamat Datang
 
  • Warta
  •   :  
Rabu, 8 Februari 2012
Bagir Manan: 40 Tahun Indonesia Sistem Otoriter
suaramanado.com  
Dibaca : 160 kali     Komentar: 0

Jambi, Wartakotalive.com

Ketua Dewan Pers, Bagir Manan menyatakan, selama 66 tahun Indonesia merdeka dan 40 tahun di antaranya berada dalam sistem otoriter.

"Kendati kita sudah merdeka selama 60 tahun, dan selama 40 tahun berada dalam sistem otoriter," kata Bagir Manan pada Konvensi Nasional Media Massa di Jambi, Rabu (8/2), seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan, selama hidup dalam sistim otoriter itu kemerdekaan pers belum terwujud, atau kebebasan pers masih berada dalam ancaman.

Kebebsan pers yang belum terwujud dan masih berada dalam ancaman seperti masih adannya kasus pembunuhan dan penganiayaan wartawan.

Masalah lain yang masih menonjol yakni masih banyak pihak yang menghalang-halangi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Menurut dia, ada empat faktor yang membuat kemerdekaan dan kebebasan pers belum terwujud, kekuasaan pemerintah, kelompok yang berkepentingan, politisasi pers, dan tingkah laku pers itu sendiri.

Kekuasaan pemerintah seringkali, membuat citra dan kebebasan pers tidak bisa tercapai, yakni dengan segala aturan menghambat dan membantasi jurnalistis dalam melaksanakan tugasnya.

Selanjutnya, kelompok berkepentingan juga seringkali melakukan berbagai cara untuk menghalangi-halangi jurnalistik dalam berkarya.

Politisasi pers juga membuat kebebasan dan kemerdekaan pers masih terbelenggu, begitu juga ulah pers itu sendiri, dan itu beiasanya penekanan dilakukan oleh manejemen pers itu sendiri.

Konvensi Nasional Media Massa tersebut diikuti ratusan peserta terdiri dari wartwan utusan dari seluruh Provinsi di Indonesia, tokoh-tokoh perses, dan pejabat pemerintah di lingkungan Provinsi Jambi yang dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring.
 

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]