

Depok, Wartakotalive.com
NAAS benar nasib Rizky (15). Sudah tak mendapatkan uang dari mengamen, warga Sukabumi, Jawa Barat, itu malah tewas tenggelam saat melepas stres di Danau Mahoni, Universitas Indonesia (UI), Selasa (7/2) sekitar pukul 11.00.
Jenazah Rizky ditemukan oleh pria yang tengah memancing di lokasi kejadian, Pria tersebut kemudian menarik jenazah anak jalanan itu menggunakan sebatang bambu. Jenazah Rizky pun dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo.
Menurut Fiqi (11), siswa kelas 4 Masjid Terminal (Master) Depok, sebelum berenang, ia bersama keenam temannya, Nurdin (11), Bagas (13), Riki (11), Rio (12), Rizky (15), dan Amar (11) mengamen di Pal, Cimanggis, Depok mulai pukul 06.00.
Mereka mengamen untuk membeli sarapan pagi. Namun uang yang diharapkan dari belas kasihan orang tak didapatkan. Akhirnya mereka pun kembali ke base camp mereka di sebuah warnet di kawasan Kelapadua, Cimanggis, Depok.
Kelompok pengamen cilik bernama Kelompok Kelapadua dan diketuai Rizky itu merasa stres, karena tidak mendapatkan uang sementara perut harus diisi.
Mereka pun akhirnya bersepakat mengamen di Bekasi, namun sebelum itu ketujuh anak jalanan itu pergi ke Danau UI untuk berenang sambil melepas stres.
"Waktu sampai di UI saya sudah bilang berenang di tempat yang cetek aja. Tapi Rizky dan lainnya penasaran. Saya sudah bilang ke Rizky jangan ke tempat yang dalam (airnya), nanti mati kedinginan karena belum makan," kata Fiqi.
Bagas mengatakan, saat berenang di sisi barat pintu air, Rizky menyatakan bahwa dia ingin pindah tempat berenang ke sisi timur pintu dengan dengan melewati air yang berputar di bawah pintu air.
Ia pun memperingatkan Rizky untuk tidak melewati air yang berputar itu, namun Rizky keras kepala dan akhirnya terjun ke air itu. Setelah terjun, Rizky pun tak muncul, beberapa detik kemudian muncul sambil melambaikan tangannya.
Melihat hal itu ia pun menuju ke arah Rizky dan kemudian memegang tangannya. Tapi Rizky malah menggigit tangan Bagas dan Bagas pun menarik tangannya. Setelah itu Rizky pun tenggelam.
"Rizky memang trauma berenang, tapi dia tetap nekat berenang. Setelah tenggelam kami masih melihat gelembung air yang muncul dari dalam air. Terus ada bapak-bapak yang mengambil bambu dan menarik jenazah Rizky," tuturnya.
Kapolsek Beji, Kompol Ngadi, menyatakan bahwa pengamen tersebut, tewas karena tenggelam di Danau UI.
Kenal sebulan
Fiqi menjelaskan, Kelompok Kelapadua baru terbentuk sebulan. Mereka membentuk kelompok, karena sering bertemu di tempat rental games.
Sebelumnya, ia dan teman-teman lainnya bergerak sendiri-sendiri. Ia bersama Ryan, adiknya, mengamen di wilayah Pal, Cimanggis, Depok. Sedangkan teman-temannya mengamen di angkutan umum. Mulai naik dari Kober hingga ke Pasarminggu, Jakarta Selatan.
"Habis ngamen ngumpul di tempat rental game. Uang hasil ngamen buat main game dan makan. Kalau tidur di emperan toko-toko di wilayah Kelapadua," imbuhnya.
Fiqi menyatakan bahwa penghasilan dari mengamen dapat mencapai Rp 50.000 per hari. Uang itu pun diberikan kepada ibunya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Depok, Diki Erwin mengatakan, pengamen cilik yang tewas itu merupakan siswa Master dan anak binaannya. Begitu pula dengan pengamen cilik lainnya. (dod)

