• Selamat Datang
 
  • :  
  • Sudut Kota
  •   :  
  • Denyut Kota
  •   :  
Rabu, 8 Februari 2012
Olah Sampah Jadi Gas Metan
Warta Kota/Valentino Verry  
Dibaca : 460 kali     Komentar: 0

Tangerang, Wartakotalive.com

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang akan mengolah ribuan kubik sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawakucing untuk dijadikan gas metan penghasil energi listrik.

Demikian dikatakan Maryoris Namaga, Kepala DKP Kota Tangerang, kepada wartawan, Selasa (7/2). "Kami akan siapkan lahan sekitar dua hektar untuk mengembangkan gas metan itu. Kami prediksi, energi listrik yang dihasilkan mencapai 20.000 watt," ucapnya.

Menurut Maryoris, dalam sepekan terakhir, pihaknya mulai membuat alat pengolah sampah organik dan non organik di TPA Rawa Kucing sebagai penghasil gas metan.

"Kami membuat tiga buah instalasi penghasil gas metan yang bisa dimanfaatkan sebagai tenaga panas dan listrik," ujarnya.

Menurut Maryoris, pemanfaatan gas metan ini, diperkirakan akan menghasilkan tenaga panas dan tenaga listrik cukup maksimal.

"Jika lahan seluas dua hektar ini bisa diolah menjadi tempat pengolahan gas metan, maka listrik yang dihasilkan bisa mencapai 20.000 watt. Tenaga listrik ini bisa menghemat pengeluaran negara untuk penerangan di sekitar TPA, dan juga bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai bahan bakar untuk memasak," ucapnya.

Mengenai angka investasi, kata Maryoris, untuk tiga buah alat percobaan ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 85 juta. Dana itu untuk penyediaan tenaga teknis, tabung, drum, pipa saluran gas metan, dan genset.

"Investasinya cukup murah, tapi hasilnya kami upayakan maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Sugiharto Ahmad Bagja, Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan DKP, mengatakan untuk menghasilkan gas metan dari masing-masing alat pengolahan yang sudah ada saat ini dibutuhkan sedikitnya 1.000 kubik sampah.

"Sampah-sampah yang kami gunakan ini bisa bertahan selama 3-5 tahun dan terus menghasilkan gas metan setiap harinya," katanya.

Untuk pengembangan lebih lanjut, kata Sugiharto, pihaknya akan membangun lubang-lubang baru di lahan seluas dua hektar untuk proses metanisasi.

"Jika lahan 1.000 meter persegi bisa dibuat tiga tabung metanisasi, maka dengan dua hektar lahan, bisa dibuat 400-500 tabung metanisasi yang hasilnya bisa memenuhi kebutuhan listrik di area TPA," ucapnya.

Menurut Sugiharto, apa yang dilakukan DKP Kota Tangerang, memang belum bisa dinikmati secara langsung saat ini. Namun hasilnya baru bisa dirasakan beberapa tahun mendatang.

Lebih lanjut Sugiharto mengungkapkan, pengolahan sampah menjadi gas metan ini bukan satu-satunya program yang akan diterapkan di lahan seluas 34,8 hektar (TPA Rawakucing).

"Kami akan mengembangkan akselerasi komposting, penataan keindahan lahan, dan pengembangan akselerasi lingkungan hidup di TPA," ucapnya. (ver)

 

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]