• Selamat Datang
 
  • :  
  • Jalan-Jalan
  •   :  
  • Kuliner News
  •   :  
Selasa, 21 Februari 2012
Makan Dalam Gelap Tren baru 2012?
 
Dibaca : 267 kali     Komentar: 0

Palmerah, Wartakotalive.com

Bersantap dalam kegelapan rupanya tengah menjadi tren di seluruh dunia. Sejak pertama diperkenalkan tahun 1999 silam, kini restoran bertema "Dark Dining" mulai bermunculan di seluruh dunia. Akankah gaya makan seperti ini menjadi trend 2012?

Jorge Spielmann adalah orang yang pertama kali memperkenalkan restoran unik ini di Zurich pada tahun 1999. Awalnya, Spielmann - seorang pendeta buta - mengundang para kerabatnya untuk makan malam di rumahnya. Untuk menunjukkan rasa solidaritas terhadap Spelmann, para tamu pun memakai penutup mata saat bersantap.

Ternyata bersantap tanpa cahaya tersebut memberikan pengalaman baru bagi para tamu yang mempunyai penglihatan normal dalam menikmati makanan. Menikmati makanan tanpa tahu apa yang mereka makan dan lihat, membuat indra penciuman dan perasa bekerja lebih sempurna.

Itulah pengalaman yang kemudian membuat Spielmann memiliki gagasan untuk membuat restoran bertema kegelapan yang pertama di dunia, Blindekuh (Blind Cow) tahun 1999. Seperti diberitakan oleh Detik.com, selain diklaim sebagai restoran gelap pertama, restoran tersebut juga mempekerjakan para tunanetra sebagai staf mereka. Tak lama kemudian dia membuka outlet keduanya di Basel, Swiss.

Meskipun awalnya terasa aneh, namun sejak saat itu beberapa restoran sejenis bermunculan di seluruh dunia. Salah satu diantaranya adalah Nocti Vagus di Berlin, yang tidak cuma menawarkan pengalaman bersantap dalam kegelapan total, tetapi juga berbagai pertunjukan dalam gelap. Misalnya pertunjukan musik jazz dalam menghibur tamu, seminar kesehatan, pertunjukan komedi, dll. Mereka juga memiliki "menu kejutan" untuk para tamu yang datang.

Opaque adalah restoran "Dark Dinning" yang cukup terkenal di California. Restoran ini juga memiliki 2 cabang, dan dikenal sebagai restoran bertema "Dark Dinning" termahal di Amerika.

CamaJe Bistro adalah salah satu restoran di New York yang tidak begitu ketat dalam aturannya. Masih ada penerangan berupa lilin dan para pengunjungnya menyantap makanan dengan tutup mata.

Kini restoran bertema kegelapan juga sudah merambah ke Asia. Sebut saja Senses Restaurant di Hongkong, Blind Art Restaurant di Seoul, dan Trojan Fairy di Beijing. Sedangkan yang paling baru adalah Dine in The Dark yang dibuka di Ascott Sathorn Hotel, Bangkok.

Meskipun begitu tidak semua restoran bertema kegelapan ini mengusung aturan yang ketat. Ada pula yang masih menyediakan sedikit penerangan sehingga tidak sama sekali dalam kegelapan total. Intinya pengunjung diajak untuk mencoba menikmati pengalaman bersantap yang berbeda dan melatih lidah dan kepekaan mulut lewat makanan yang tidak terlihat mata.

Mengingat banyaknya restoran sejenis ini bermunculan di seluruh dunia, tak heran jika "Dark Dinning" diprediksi bakal menjadi salah satu tren dalam industri restoran. Apakah Anda salah satu yang tertantang dan penasaran ingin menikmati kelezatan makanan dalam kegelapan total ini? Restoran bertema kegelapan juga telah hadir di Bandung, dan diberi nama Blind Cafe and Restaurant. (BK / av)

 

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]