
KANAL Banjir Timur masih belum rampung dibangun. Statusnya pun masih proyek. Kali besar yang baru ini makin sering menelan korban tewas.
Kali ini korbannya adalah penjual ikan hias, Umar Ali (27). Ia tewas tenggelam di genangan air proyek Kanal Banjir Timur (KBT), Pondokkopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, kemarin.
Umar tewas saat sedang mencari kutu air untuk pakan ikan hias di genangan sedalam empat meter di proyek KBT di RT 08/03, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat itu, Umar bersama dengan adiknya, Muhammad Nur (25), mencari kutu air.
Menurut Solahudin, saksi mata, Umar terpeleset dan terjatuh ke dalam genangan.
“Memang kalau habis hujan dan KBT dipenuhi air, banyak yang cari pakan ikan seperti encu (jentik nyamuk) dan kutu air di sepanjang aliran proyek ini,” ungkap Solahudin.
Muhammad Nur yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan, mereka mencari kutu air dan encu sekitar pukul 08.00. Saat hendak pulang dengan menyusur bantaran KBT, Umar terpeleset dan tercebur di genangan. “Saya refleks hendak membantu karena kakak tidak bisa berenang. Saya lompat ke dalam genangan berusaha menyelamatkan kakak, tetapi sia-sia, kakak sudah tenggelam dan hilang,” tutur Nur.
Nur bergegas memberi tahu warga sekitar dan keluarganya. Beberapa warga menghubungi polisi dan petugas Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur. Beberapa warga lainnya berupaya mencari korban.
Tim penolong yang terdiri atas anggota pemadam kebakaran sektor V Duren Sawit dan anggota satuan polisi pamong praja datang. Mereka naik perahu karet dan beberapa lainnya menyelam dengan menggunakan dua tabung oksigen.
Jenazah Umar ditemukan pukul 11.45. Bambang Sudibyo, salah seorang anggota pemadam kebakaran mengungkapkan, jasad Umar terkubur dalam posisi telentang di endapan lumpur sedalam hampir semeter di kedalaman sekitar lima meter. Jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Bintara 12, RT 08/09, Bekasi Barat. (bum)