Rabu, 23 Mei 2012
Mulai 13 Mei 2012 Kegiatan Car Free Day di Jl. Jend Sudirman-MH Thamrin diberlakukan setiap hari Minggu (06:00-11:00 WIB)              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Warta
Jumat, 11 Desember 2009 | 21:54 WIB
Mahasiswi Bugil Terjun Bebas
Ilustrasi/Istimewa

Jatinegara, Warta Kota

Diduga depresi berat karena habis diperkosa oleh sejumlah lelaki, DO (19), mahasiswi sebuah sekolah tinggi di Jatiwaringin, Bekasi, terjun bebas tanpa busana dari jalan layang (fly over) Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (11/12) dinihari sekitar pukul 00.30.

DO mengalami patah tulang di kedua kaki dan tangan kirinya. Beberapa bagian tubuhnya seperti bahu dan pinggul memar. Oleh aparat polisi patroli yang kebetulan melintas, Dian langsung dibawa ke RS Budhi Asih, Jakarta Timur, untuk mendapatkan perawatan.

DO diketahui sebagai mahasiswi semester V dan tinggal di kawasan Jakarta Timur.

Menurut saksi mata, Neli (42), pedagang kopi asongan di Prumpung, kejadian bermula saat sebuah kendaraan roda empat melintas di fly over Prumpung dari arah Tanjungpriok menuju Cawang. Tepat di depan Taman Viaduk, Prumpung, mobil itu menurunkan DO dengan keadaan tanpa busana dan di bagian pahanya berdarah.

"Perempuan itu benar-benar bugil dan ada darah di pahanya, seperti habis diperkosa. Dia langsung berlari kecil ke atas fly over Prumpung. Sementara kendaraan yang menurunkannya langsung pergi," katanya.

Neli memastikan kendaraan yang menurunkan DO berisi lebih dari dua orang lelaki. "Saya tak ingat kendaraanya apa dan nomor polisinya berapa, sebab malam hari dan gelap. Tapi yang jelas di dalam mobil itu lebih dari dua orang atau sekitar empat orang," katanya saat ditemui Warta Kota di Prumpung, Jumat siang.

Neli menceritakan, saat berada di atas jalan layang, DO langsung naik ke pagar pembatas fly over dan bersiap terjun bebas. Neli mengaku dia dan beberapa warga yang melihat, awalnya aneh karena perempuan itu berlari bugil tanpa busana.

"Tapi saat melihat aksinya naik ke atas pagar pembatas fly over dan bersiap meloncat, kami meneriaki perempuan itu agar jangan loncat," katanya.

Namun teriakan Neli dan beberapa warga lainnya tak diindahkan oleh DO. Dia terjun bebas dan tubuhnya tergelepar jatuh di Jalan Raya Bekasi Timur. Beberapa warga langsung menelepon polisi. Aparat polisi yang berpatroli akhirnya membawanya ke RS Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur.

Hen (49), ibu DO, mengaku kaget dengan peristiwa yang dialami putrinya. Menurut dia, Kamis (10/12) sekitar pukul 20.00, DO minta izin pergi ke rumah temannya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur dan akan menginap.

"Sekitar pukul 02.00, dinihari saya diberitahu polisi kalau anak saya ada di rumah sakit. Lalu saya langsung ke sini," ujar pensiunan PNS di Pemkot Jakarta Timur ini.

Menurut Hen, saat ini putrinya sedang depresi dan trauma berat secara kejiwaan, selain fisiknya juga sangat lemah dan membutuhkan istrirahat panjang. "Kalau melihat lelaki dia jadi ketakutan," katanya.

Henny membenarkan bahwa dari pengakuan DO, anaknya itu sudah diperkosa oleh lima orang lelaki secara bergantian. "Dia bilang sudah diperkosa oleh lima orang lelaki secara bergantian. Tapi dia tak tahu di mana pemerkosaannya itu. Dia masih depresi dan trauma," ujarnya sedih.

Kasub Seksi Layanan Medik RS Budhi Asih, Hamonangan Sirait, mengatakan pihaknya sudah melakukan operasi pembedahan di kaki dan tangan korban yang patah. Menurutnya, pihaknya akan merujuk korban ke RSCM yang memiliki perawatan dan pengobatan kejiwaan selain perawatan fisik.

"Karena di sini tidak memiliki layanan pengobatan kejiwaan, maka kami mesti merujuknya ke rumah sakit yang ada pengobatan kejiwaannya. Sedangkan pengobatan dan perawatan fisiknya sudah kita lakukan. Jadi tinggal kejiwaannya saja yang penting," ujarnya saat ditemui Warta Kota di RS Budhi Asih.

Kanit Reskrim Polsektro Jatinegara, Iptu Supardjiono, mengungkapkan pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Menurutnya kondisi korban yang masih trauma belum memungkinkan untuk dimintai keterangan. "Kita masih mencoba menyelidiki peristiwa ini dan memeriksa kesaksian sejumlah warga," katanya. (Budi SL Malau)

Share on Facebook
A A A
NN
Selasa, 29 Desember 2009 | 17:08 WIB
yang sabar yah teman... kAmi beserta teman yg ada selalu berdoa tuk kesembuhan kau teman... saya dsni turut prihatin atas cobaan yg telah menimpa D..O...... biar yg telah mmbuat kamu seperti ini akan terima balasannya...
puput
Selasa, 22 Desember 2009 | 18:27 WIB
astagfirullah al azimm.. tega bangett,,kejam banget... bejat..gak punya moral... pasti lw bkal ngerasa bersalah seumur hidup.,,di akhirat juga lw bkal di ksih blasan ma allah... inget dong ma ibu lw hei penjahat...atw anak2 cewe lw..gimna rsanya klw anak lw di begituin ma orang.. di lempar di jalanan lagi,,gak pake baju pulla...
MIRACLE
Senin, 21 Desember 2009 | 09:49 WIB
Harus dicari peLakunya dan diHUKUM sesuai dengan perbuatannya...!!!
no name
Jumat, 18 Desember 2009 | 23:22 WIB
knp hrs menculik wanita baik2 seperti itu dan diperkosa sampai ditinggalkan dipinggri jalan tanpa busana sehelai pun....tega bgt.....bg para pelaku, inget ibu kalian jg wanita..
nia
Kamis, 17 Desember 2009 | 19:05 WIB
kami sebagai kawan,,,tak akan pernah iklas dunia akhirat...atas perlakuan tindak biadab itu.para pelaku...selamatkan dirimu dari ketakutanmu sendiri,untuk korban,,,sabar,,,luapkan jeritanmuhanya kepada Tuhanmu...dia maha pendengar dan pasti selalu menemani setiap saat.untuk pak polisi...kami perempuan beri dukungan penuh kepada para polisi untuk menyelesaikan kasus ini...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved