Rabu, 23 Mei 2012
Mulai 13 Mei 2012 Kegiatan Car Free Day di Jl. Jend Sudirman-MH Thamrin diberlakukan setiap hari Minggu (06:00-11:00 WIB)              Kompas TV di saluran bctv (40 UHF) Surabaya, mostv (52 UHF) Palembang, khatulistiwatv (39 UHF) Pontianak, makassartv ( 23 UHF) Makassar, dan dewatatv ( 23 UHF) Bali.              KompasTV di saluran ktv (28 UHF) untuk wilayah Jabodetabek, stv (34 UHF) Bandung, btv (47 UHF) Semarang, atv (32 UHF) Batu-Malang Raya              
Home  |  Warta
Senin, 13 April 2009 | 16:46 WIB
Pertamina Butuh 4,29 Miliar Dolar AS

Gambir, Warta Kota

PT Pertamina (Persero), melalui anak perusahaan PT Pertamina Geothermal Energy (PT PGE), membutuhkan dana sekitar 4,29 miliar dolar AS untuk mengembangkan 15 pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berkapasitas 1.300 Megawatt.

"Pengembangan energi panas bumi terserbut merupakan bagian dari proyek percepatan penyediaan listrik 10.000 MW tahap kedua," kata Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Surya Darma, di Kantor Kementerian BUMN, Senin (13/4).

Menurut Surya, dalam proyek 10.000 MW tahap kedua itu sebanyak 4.700 MW di antaranya merupakan energi panas bumi. Dari jumlah itu, sebanyak 1.300 MW dari wilayah kerja panasbumi (WKP) PGE, antara lain di Kamojang (Jawa Barat), Lahendong (Sulawesi Utara), Kotamubagu (Sulawesi Utara), Tompaso (Minahasa), Hulu Lais (Bengkulu), Sungai Penuh (Jambi).

Surya menjelaskan, beberapa proyek sudah dikembangkan sendiri oleh Pertamina, dan sebagian lagi sedang dalam tahap negosiasi pengembangan dengan pihak ketiga.

Meski begitu Surya tidak merinci lebih lanjut pendanaan proyek energi panas bumi tersebut. "Butuh waktu panjang mengembangkan panas bumi menjadi energi listrik tersebut," kata Surya, yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi.

Dia memperkirakan pada tahun 2009 dua wilayah kerja, yaitu di Lahendong dengan kapasitas 40 MW dan Wayang Windu dengan kapasitas 117 MW mulai
berproduksi.

"Tahun ini sudah ada yang on stream dan akan bertahap hingga 2014," ujarnya.

Dia menjelaskan, penghitungan biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan panas bumi menjadi listrik sekitar 2,7 juta dolar AS-3,3 juta dolar AS per MW. Akan tetapi kebutuhan dana pengembangan wilayah kerja tergantung efisiensi dari masing-masing mitra pengembang.

Selain mengembangkan proyek pemgembangan panas bumi 1.300 MW, saat ini PGE juga sedang menjajaki mencari mitra untuk menyediakan sekitar 1.000 MW listrik dari panas bumi. (Antara/ink)

Share on Facebook
A A A
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Kode
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
About Us    |    Advertise with Us    |    Contact
© 2008 WARTA KOTA — All rights reserved